Rateb Doda Idi Investasi Pendidikan Nasional Masyarakat Aceh

oleh -161 views
doda idi
Yusri Yusuf sedang memaparkan hasil penelitian Disertasi pada sidang terbuka Promosi Doktor Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Selasa, 23 Juni 2020, di ruang sidang kampus setempat. (BASAJAN.NET/NAT RIWAT).

BASAJAN.NET, Banda Aceh- Rateb doda idi merupakan syair Aceh yang berfungsi sebagai media pendidikan Islam bagi anak usia dini (0-2 tahun atau lebih). Isinya memuat nilai iman, ibadah dan akhlak. Selain itu, juga menjadi investasi pendidikan nasional yang berpusat pada masyarakat.

“Nilai pendidikan dalam syair rateb doda idi, juga mendukung pendidikan nasional, untuk membentuk manusia yang beriman, bertakwa dan berakhlak mulia,” ujar Yusri Yusuf, Selasa, 23 Juni 2020.

Loading...

Yusri Yusuf merupakan dosen di Institut Seni dan Budaya Indonesia (ISBI) di Jantho Aceh Besar. Saat ini ia menjabat Wakil Rektor Akademik dan Kelembagaan di sana. Hari itu, Yusri memaparkan hasil penelitiannya pada sidang terbuka promosi Doktor, Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), di Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

Untuk menyelesaikan studi S3-nya itu, Yusri melakukan penelitian tentang nilai pendidikan dalam Syair Aceh Rateb Doda Idi.

Menurut Yusri, syair rateb doda idi merupakan investasi pendidikan nasional yang berpusat pada masyarakat. Bagi masyarakat Aceh, hal itu sudah dijadikan sebagai bacaan dalam bentuk rateb (zikir) sejak ayunan dan menjadi tradisi.

Ia menjelaskan, bagi orang Aceh syair yang dilantunkan akan mendapatkan pahala bagi orang tua, dan menjadi hiburan bagi anak-anak. Selain itu, syair rateb doda idi juga dapat menjadi pembelajaran bagi yang mendengarkan.

“Syair menjadi media dan pertanda kasih sayang orang tua pada anaknya,” urai Yusri di hadapan majelis sidang.

Rateb doda idi merupakan syair yang sering dilantunkan orang tua di Aceh untuk meninabobokan anaknya. Di sebagian daerah di Aceh, tradisi menidurkan anak dengan melantunkan syair rateb doda idi masih bertahan hingga sekarang.

Ketua Program Studi S3 Pendidikan Agama Islam (PAI), UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Yusra Jamali mengatakan, Yusri mampu mempertahankan disertasinya dan dinyatakan lulus sebagai Doktor ke-66 Program Studi S-3 PAI, sekaligus  lulusan Doktor ke 123 Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh.[]

 

 

EDITOR: JUNAIDI MULIENG

 

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *