Peringatan Damai Aceh di Meuligoe Wali Nanggroe Diwarnai Kericuhan

oleh -192 views
IMG 20200815 234823 compress25
Foto: Aceh Politika

BASAJAN.NET, Banda Aceh- Pada peringatan 15 tahun perdamaian Aceh, 15 Agustus 2020 yang dipusatkan di Meuligoe Wali Nanggroe Aceh sempat terjadi ricuh. 

Kericuhan yang terjadi usai kegiatan peringatan hari damai Aceh tersebut, akibat sekelompok massa yang terdiri dari masyarakat dan KPA yang ingin mengibarkan bendera Aceh Bulan Bintang dihalau oleh aparat keamanan dan menyita sejumlah bendera bulan bintang dari massa yang memasuki area Meuligoe Wali Nanggroe tepatnya ke arah tiang bendera.

Loading...

Saat itu, Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud Al Haytar, Ketua KPA/PA, Muzakir Manaf (Mualem), Ketua DPRA, Dahlan Jamaluddin dan Kapolda Aceh Irjen Pol. Wahyu Widada akan menuju Langkahan, Aceh Utara menggunakan helikopter untuk menghadiri kegiatan peringatan hari damai.

Juru Bicara  KPA Pusat Azhari Cage menceritakan, saat kericuhan terjadi, Ia turun langsung ke tengah-tengah massa, untuk menenangkan keadaan. Massa kemudian meminta dirinya untuk mengambil kembali bendera bintang bulan yang disita aparat keamanan.

“Kita kemudian melakukan perundingan dalam hal ini dengan Dandim dan Kapolres, bendera tersebut kemudian diserahkan kembali,” kata Azhari Cage. 

Azhari juga membantah sejumlah pemberitaan yang menyebutkan bahwa massa mengejar Wali Nanggroe dan Mualem. 

“Massa hendak menuju tiang bendera, yang posisinya searah dengan helikopter yang ditumpangi Wali Nanggroe dan Mualem,” kata Azhari menjelaskan. 

Mengutip pernyataan salah seorang massa kepada dirinya, Azhari menyebutkan, mereka hanya ingin menaikkan bendera bintang bulan di salah satu tiang bendera yang ada di Kompleks Meuligoe Wali Nanggroe Aceh.

“Aparat keamanan tidak mengizinkan itu (pengibaran bendera bintang bulan), kemudian terjadilah sedikit kericuhan,” kata Azhari.

Sementara itu, Kepala bagian (Kabag) Humas dan Kerjasama Lembaga Wali Nanggroe M. Nasir, menjelaskan hal yang serupa, bahwa kericuhan terjadi karena keinginan sejumlah massa yang ingin menaikkan bendera bintang bulan dan dihalangi oleh aparat keamanan. 

“Begitu memasuki kompleks Meuligoe Wali Nanggroe, massa yang membawa bendera bintang bulan langsung menuju ke arah tiang bendera untuk mengibarkan bintang bulan,” kata M. Nasir.

Nasir juga menjelaskan, terkait keberangkatan Wali Nanggroe dan rombongan menggunakan helikopter ke Aceh Utara merupakan agenda yang telah ditetapkan dalam skedul peringatan 15 tahun perdamaian Aceh.

“Selesai kegiatan di Kompleks Meuligoe Wali Nanggroe, Paduka Yang Mulia dan rombongan langsung terbang ke Aceh Utara karena di sana juga ada sejumlah agenda yang harus dihadiri Wali Nanggroe,” sebut M. Nasir.[]

 

EDITOR : RAHMAT TRISNAMAL

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *