Pemblokiran STAIN Meulaboh Langgar Hukum

oleh -207 views
Pemblokiran STAIN Meulaboh Langgar Hukum
Praktisi Hukum di Aceh Barat, M. Yunus Bidin saat berdiskusi terbatas dengan mahasiswa STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, di Kafe Kopi Tubruk, Suak Ribee, Minggu, 14 Maret 2021. (BASAJAN.NET/OKA RAHMADIYAH).

BASAJAN.NET, Meulaboh- Pemblokiran jalan masuk Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh di Kawasan Alue Peunyareng, Kecamatan Meureubo menyalahi ketentuan hukum yang berlaku. Hal ini dikarenakan kasus tersebut masih dalam proses Kasasi di Mahkamah Agung.

Praktisi Hukum di Aceh Barat, M. Yunus Bidin berpendapat, menurut hukum, penggugat tidak dibenarkan menguasai objek yang ada di lokasi sengketa, seperti memblokade lokasi kampus. Hal itu dikarena belum ada putusan hukum mengikat (ingkract).

Loading...

“Meskipun di tingkat pertama dan banding dimenangkan penggugat,” ujarnya.

Hal itu disampaikan Yunus Bidin dalam diskusi terbatas “Menyoal Sengketa Tanah STAIN Meulaboh” bersama mahasiswa STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, di Kafe Kopi Tubruk Suak Ribee, Meulaboh, Aceh Barat, Minggu, 14 Maret 2021.

Yunus Bidin mengatakan, sampai saat ini proses hukum sengketa tanah STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh masih berlangsung di Mahkamah Agung Republik Indonesia, dan belum berkekuatan hukum. Maka secara hukum, penggugat tidak diperbolehkan menguasai objek tersebut.

“Apalagi kampus sebagai tempat menimba ilmu anak bangsa,” lanjutnya.

Yunus Bidin menambahkan, sikap atau perilaku penggugat (memblokir kampus) masuk dalam katagori perbuatan melawan hukum. Bahkan melanggar asas hukum yang sangat fundamental, yaitu menghambat proses mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana yang ditegaskan dalam konstitusi.

“Maka secara pemidanaan, tergugat bisa saja melaporkan penggugat kepada aparat penegak hukum atas sikap atau perilakunya yang sangat merugikan,” terangnya.

Pemblokiran jalan masuk ke kampus STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh oleh penggugat, mengakibatkan terganggunya aktivitas perkuliahan dan pelayanan kepada mahasiswa. Pihak kampus terpaksa harus menggunakan gedung perkuliahan lama di kawasan Gampa, Kecamatan Johan Pahlawan dan meminjam gedung Sekolah Nurul Huda dengan perlengkapan seadanya.

Perwakilan mahasiswa STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Khairul Azmi menyayangkan sikap penggugat yang masih melakukan pemblokiran akses masuk ke kampus, sementara proses hukum masih berlangsung dan belum ada ketetapan dari pengadilan.

“Mestinya penggugat menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Jika seperti ini, kami mahasiswa yang dirugikan, pendidikan yang menjadi pertaruhan,” kata Khairul Azmi.

Ketua Sanggar Seni Intan Payong itu berharap, pihak penggugat ikut memikirkan nasib generasi bangsa yang sedang menempuh pendidikan di STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh.

“Jangan hanya karena berharap keuntungan sesaat, mengorbankan masa depan penerus bangsa yang jauh lebih berharga,” ujarnya.[]

 

WARTAWAN: OKA RAHMADIYAH

EDITOR: JUNAIDI MULIENG

 

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *