Kurang Dilirik, Kompetensi Pustakawan Masih Rendah

oleh -970 views
para peserta dan narasumber foto bersama
FOTO: BASAJAN.NET/ISTIMEWA

BASAJAN.NET, Banda Aceh- Ketua Umum APPTIS Pusat, Labibah Zain mengatakan, kurangnya kepercayaan dan pengakuan masyarakat terhadap profesi pustakawan sebagai spesialis informasi yang dapat mengelola informasi secara professional, dikarenakan kelemahan dan rendahnya kompetensi pustakawan itu sendiri.

“Kelemahan dari profesi pustakawan saat ini, sehingga tidak dilirik dan dipandang sebelah mata, karena kompetensi pustakawan itu sendiri,” ujar Labibah.

Loading...

Hal itu disampaikan Labibah pada pelatihan nasional metodologi penelitian dan workshop trend riset bagi pustakawan, yang tergabung dalam Asosiasi Perpustakaan Perguruan Tinggi Islam (APPTIS) wilayah Sumatera.

Kegiatan yang berlangsung sejak tanggal 2-4 Maret 2020, di Aula Hotel Mita Mulia, Darussalam Banda Aceh itu, diselenggarakan UPT Perpustakaan UIN Ar-Raniry Banda Aceh APPTIS Wilayah Sumatera. Diikuti 41 pustakawan se-Sumatera.

Labibah mengajak para pustakawan, untuk lebih berperan aktif sebagai pelaku di era sekarang ini dengan meningkatkan kompetensinya, agar dapat melaksanakan perannya dengan lebih baik ke depan.

Menurutnya, agar status profesi pustakawan lebih diakui dan sejajar dengan profesi lain, seperti dosen dan peneliti, maka pustakawan dituntut untuk meningkatkan kompetensi, seperti aktif melakukan penelitian di bidang Ilmu Perpustakaan dan menulis di jurnal.

Hal senada juga disampaikan Ketua APPTIS Wilayah Sumatera, Khatib A Latief. Menurutnya, penelitian merupakan kegiatan yang sangat penting bagi pustakawan. Namun saat ini, kemampuan dan skill tentang riset bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi, serta literasi relatif belum professional.

Ia berharap, dengan adanya pelatihan tersebut, pustakawan wilayah Sumatera, akan lebih termotivasi dalam melakukan penelitian dan pengembangan kapasitas diri ke arah yang lebih baik.

Sementara itu, Kasubbag Pelaporan Program dan Anggaran Perpustakaan Nasional RI, Irhamni Ali dalam materinya menjelaskan, isu dan trend pengembangan kepustakawanan menjadi isu yang sangat dinamis. Saat ini, kecenderungan Ilmu Perpustakaan selalu digabungkan dengan Ilmu Informasi yang sedang menjadi primadona dibanyak negara maju.

Irhamni menjelaskan, sebelum komputer berkembang seperti saat ini, penelitian di bidang kepustakawanan banyak didominasi oleh klasifikasi, katalog, dokumentasi dan administrasi perpustakaan.

“Namun saat ini, Ilmu Perpustakaan dan Ilmu Informasi, banyak berubah dengan memasukkan trend baru dalam silabus pengajaran dan juga penelitian,” terangnya.

Menurut Irhamni, secara garis besar, perpustakaan saat ini telah bertransformasi tidak hanya terbatas pada transaksi buku dan pusat informasi saja.[]

 

EDITOR: JUNAIDI MULIENG

 

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *