BASAJAN.NET, Peusangan– Keuchik Pantee Lhong, Murizal, mendesak pemerintah pusat mempercepat pemulihan pascabanjir bandang yang melanda wilayahnya.
Permintaan itu disampaikan saat kunjungan perwakilan Komisi V DPR RI, Ruslan M. Daud, bersama Dirjen Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (KemenPKP) di Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, Kamis, 18 Desember 2025.
“Kami mohon penanganan cepat,” kata Murizal.
Gampong Pantee Lhong menjadi wilayah terdampak paling parah akibat banjir bandang 26 November lalu. Seluruh wilayah desa, tertimbun material pasir sehingga aktivitas warga lumpuh total.
Murizal meminta pemerintah segera mengambil langkah konkret melalui program Padat Karya Tunai (PKT) untuk membersihkan lingkungan dan hunian warga. Menurutnya, skema ini tidak hanya mempercepat pembersihan material banjir, tetapi juga membantu memulihkan ekonomi warga yang terdampak.
“Dengan melibatkan masyarakat dalam padat karya, pembersihan bisa berjalan dan warga tetap memiliki penghasilan di tengah kondisi sulit,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan, dalam sepekan ke depan para pengungsi yang tersebar di beberapa titik akan mulai dipulangkan ke desa. Namun, kondisi infrastruktur yang belum pulih membuat warga masih sangat bergantung pada bantuan.
“Prioritas saat ini adalah penyediaan empat titik dapur umum, serta shelter atau tenda bagi warga yang kembali,” katanya.
.
Puluhan KK Harus Direlokasi
Selain rehabilitasi dan rekonstruksi, Murizal menekankan perlunya relokasi bagi puluhan kepala keluarga. Perubahan topografi yang ekstrem pascabanjir membuat sejumlah lokasi permukiman tidak lagi layak huni.
“Ini bukan sekadar perbaikan rumah. Ada puluhan rumah yang harus direlokasi, karena pekarangan yang dulu tempat tinggal, kini berubah menjadi alur sungai baru,” tegasnya.
Murizal berharap kunjungan DPR RI dan KemenPKP menjadi titik awal percepatan pemulihan infrastruktur serta kondisi sosial-ekonomi warga Pantee Lhong, sebelum memasuki bulan Ramadhan 2026.
Sementara itu, anggota Komisi V DPR RI, Ruslan M. Daud, meminta jajaran Dirjen Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (KemenPKP) agar memprioritaskan penanganan cepat untuk memenuhi kebutuhan perumahan bagi warga yang harus direlokasi.
Ia juga menekankan, pentingnya penguatan pembersihan lingkungan melalui skema padat karya, yang dinilai mampu mempercepat pemulihan, sekaligus menggerakkan kembali perekonomian masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Ruslan turut menanyakan kesiapan lahan relokasi kepada Keuchik Pantee Lhong.
Menanggapi hal tersebut, Murizal memastikan bahwa desa telah menyiapkan lahan seluas sekitar dua hektare yang dapat digunakan sebagai kawasan permukiman relokasi bagi warga terdampak banjir.[]
=================
EDITOR: JUNAIDI MULIENG






