Inayatillah Maju Calon Rektor UIN Ar-Raniry, Ruang Perempuan Kian Terbuka

oleh -1,132 views
Inayatillah Maju Calon Rektor UIN Ar-Raniry, Ruang Perempuan Kian Terbuka
Prof. Dr. Inayatillah, M.Ag menyerahkan berkas pendaftaran bakal calon Rektor UIN Ar-Raniry periode 2026–2030, Senin, 30 Maret 2026, di Biro UIN Ar-Raniry.

BASAJAN.NET, Banda Aceh — Kontestasi pemilihan Rektor UIN Ar-Raniry periode 2026–2030 kian dinamis. Nama Prof. Dr. Inayatillah, M.Ag resmi masuk dalam bursa, setelah menyerahkan berkas pendaftaran pada Senin, 30 Maret 2026, di Biro UIN Ar-Raniry.

Kehadiran Inayatillah bukan hanya menambah jumlah kandidat, tapi juga menghadirkan warna baru dalam proses seleksi. Ia menjadi salah satu figur perempuan yang tampil di panggung kompetisi kepemimpinan tertinggi kampus Islam tersebut.

“Sebelum penyerahan berkas secara langsung, seluruh dokumen persyaratan telah lebih dulu dikirim melalui sistem daring berupa Google Form yang disiapkan panitia,” ungkap Inayatillah. Mekanisme ini disebut bertujuan mempercepat proses verifikasi administrasi.

Berkas pendaftaran Inayatillah diterima langsung oleh Ketua Panitia Penjaringan, Khairuddin. Dengan penyerahan tersebut, ia resmi mengikuti tahapan awal seleksi calon rektor di lingkungan Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry.

Dari sisi akademik, Inayatillah merupakan alumni Program Studi Bahasa Arab IAIN Ar-Raniry. Ia melanjutkan pendidikan magister di kampus yang sama, sebelum meraih gelar doktor dari Universiti Malaya.

Rekam jejak kepemimpinannya juga terbilang kuat. Ia pernah menjabat sebagai Ketua STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh periode 2019–2023, sebuah pengalaman yang memperkuat kapasitasnya dalam mengelola institusi pendidikan tinggi.

Selain kiprah akademik, latar belakang keluarganya turut mencatat kedekatan dengan dunia pemerintahan. Ayahnya pernah menjabat sebagai Bupati Aceh Barat pada periode 1967–1972, serta menjadi pembantu Gubernur Aceh di masa kepemimpinan Ibrahim Hasan.

Masuknya Inayatillah ke dalam bursa calon rektor, menjadi penanda penting bahwa ruang kepemimpinan perguruan tinggi Islam semakin terbuka bagi perempuan. Sekaligus menegaskan, kompetisi kini kian bertumpu pada kapasitas, pengalaman, dan rekam jejak, bukan hanya representasi.[]

========================

EDITOR: JUNAIDI MULIENG

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.