Empat Langkah Menuju Surga

oleh -877 views
Tu Sop
FOTO: BASAJAN.NET/ISTIMEWA

BASAJAN.NET, Meulaboh- Ulama sekaligus dai kondang asal Aceh, Teungku Muhammad Yusuf A. Wahab atau lebih dikenal Tu Sop menyampaikan, ada empat langkah yang harus dilalui seorang muslim untuk mendapatkan surga.

“Pertama, perkuat akidah. Rasul telah menegaskan akan pentingnya akidah dan tauhid bagi seorang muslim,” ujar Tu Sop pada Tabligh Akbar di Dayah Ma’had Islamiyyah Madinatudiniyyah Al-Inabah Gampong Manggie, Kecamatan Panton Reu, Kabupaten Aceh Barat, Kamis 27 Februari 2020, malam.

Loading...

Ketua Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) itu mengatakan, seorang muslim yang akidah dan tauhidnya kuat, akan menjadi pribadi yang taat. Seorang hamba wajib memahami akidah yang benar, memahami sifat-sifat Allah.

“Jangan sampai salah dalam memahami tentang akidah ketuhanan yang sesuai dengan Ahlusunnah wal Jamaah,” tegasnya.

Adapun yang kedua, kata Tu Sop, taubat nasuha. Setiap manusia sejatinya tak pernah luput dari salah dan dosa. Namun seorang muslim harus benar-benar berkomitmen dalam hatinya untuk meninggalkan setiap perbuatan keji dan mungkar. Menyesali dosa masa lalu dan tidak mengulangi dosa yang sama di masa datang, baik itu dosa meninggalkan ibadah maupun dosa dengan sesama manusia.

“Jangan sampai, taubat iya, tapi dosa jalan terus,” jelas Pemimpin Dayah Babussalam Al-Aziziyah Jeunieb, Bireuen itu.

Ketiga, menghilangkan segala kezaliman yang pernah terjadi antara sesame. Sebagai makhluk sosial, manusia sering melakukan kesalahan-kesalahan terhadap manusia lainnya. Baik itu dalam bidang muamalah maupun bidang-bidang lainnya dalam proses interaksi sesama. Kesalahan-kesalahan itu harus segera diselesaikan.

“Kadang-kadang kita pernah mengambil hak orang lain, atau mengurangi timbangan dalam melakukan jual beli, maka kita harus menyelesaikan dengan meminta maaf, jangan hanya ketika lebaran saja kita meminta maaf,” lanjutnya.

Hal lainnya yang harus dilakukan seorang muslim adalah mempelajari ilmu agama. Menurut Tu Sop, ilmu dan amal adalah dua komponen yang harus berlandaskan pada keinginan untuk merealisasikan amaliah.

“Ilmu dan amal tidak bisa dipisahkan, kehilangan salah satu dari keduanya akan menimbulkan kesalahan demi kesalahan bahkan kesesatan,” tekannya.[]

 

EDITOR: JUNAIDI MULIENG

 

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *