Dewan Hakim MTQ di Aceh Barat Dilatih Profesionalitas

oleh -300 views
IMG 20201204 120234 compress47
Dewan Hakim MTQ di Kabupaten Aceh Barat mengikuti bimbingan teknis dewan hakim, Jumat 4 Desember 2020. (BASAJAN.NET/RAHMAT TRISNAMAL)

BASAJAN.NET, Meulaboh – Sejumlah dewan hakim Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) dan Seleksi Tilawatil Quran (STQ) di Kabupaten Aceh Barat dilatih untuk profesionalitas dalam membina generasi qur’ani yang berkualitas.

Hal tersebut dilakukan melalui Bimbingan Teknis Dewan Hakim MTQ/STQ yang dilaksanakan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Barat di aula Kantor Kementerian Agama setempat, Jumat 4 Desember 2020.

Loading...

Kepala Seksi Bimas Islam Kankemenag Aceh Barat, Jakfar mengatakan, pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai upaya meningkatkan profesionalitas dan kredibilitas dewan hakim Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) yang berkualitas.

Ia menambahkan, kegiatan yang diikuti oleh 25 dewan hakim MTQ tersebut merupakan revisi anggaran perjalanan dinas untuk MTQ Nasional di Padang beberapa waktu lalu.

“Kita terus upayakan kedepan generasi Aceh Barat mampu berprestasi,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Barat, Khairul Azhar mengapresiasikan kebijakan Seksi Bimas Islam merevisi anggaran untuk keperluan peningkatan kualitas dewan hakim MTQ/STQ.

Menurutnya, pembinaan dewan hakim patut dilakukan setiap tahunnya. Hal tersebut agar mampu melahirkan generasi-generasi yang berkualitas di setiap kecamatan di Kabupaten Aceh Barat.

“Mudah-mudahan menjadi sebuah evaluasi untuk maju ke depan,” tambahnya.

Khairul berpesan, kepada seluruh Kepala Kantor Urusan Agama Kabupaten Aceh Barat juga ikut memantapkan kualitas generasi-generasi di kecamatan. Sebab di masing-masing kecamatan pasti mempunyai potensi yang unggul.

“Kepala KUA, Forkopimcam dan Keuchik merupakan ujung tombak dalam meningkatkan kualitas generasi,” tambahnya.

Selain itu, Khairul juga mengingatkan kepada dewan hakim MTQ/STQ untuk bekerja profesional dalam melakukan penilaian tanpa memandang bulu.

“Jangan karena kedekatan dewan hakim memberikan nilai tinggi. Penilaian harus objektif, agar kita mampu memunculkan bibit unggul,” tegasnya.

Khairul berharap, dewan hakim di Kabupaten Aceh Barat kedepannya harus mampu bersaing hingga menjadi dewan hakim di tingkat nasional dengan kualitas dan profesionalitasnya.

“Kementerian Agama dan Dinas Syariat Islam Kabupaten Aceh Barat terus berupaya untuk melahirkan bibit unggul di Kabupaten Aceh Barat,” pungkasnya.[]

 

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *