Air Pembuangan PT Fajar Baizury Genangi Kebun Warga Cot Mee 

oleh -301 views
Ratusan hektar kebun sawit milik warga Desa Cot Mee, Kecamatan Tadu Raya, Kabupaten Nagan Raya digenangi air pembuangan PT Fajar Baizury, Kamis 7 Januari 2021. (BASAJAN.NET/ISTIMEWA)

BASAJAN.NET, Nagan Raya- Ratusan hektar kebun sawit milik warga Desa Cot Mee, Kecamatan Tadu Raya, Kabupaten Nagan Raya tidak bisa dipanen. Hal tersebut diakibatkan oleh genangan air buangan Perusahaan Hak Guna Usaha (HGU) Sawit PT Fajar Baizury.

“Sebelumnya permasalahan lahan masyarakat yang masuk ke dalam HGU perusahaan belum selesai, kini ditambah lagi pembuangan air perkebunan milik perusahaan telah menggenangi ratusan hektar perkebunan sawit milik masyarakat,” ujar Sekretaris Pemuda Cot Mee, Samsuar dalam rilis yang dikirim ke redaksi Basajan.net, Jumat, 8 Januari 2021. 

Samsuar menjelaskan, selain menggenangi kebun, air buangan tersebut juga membahayakan pemukiman penduduk desa. Sebab jika hujan melanda daerah tersebut, maka air berskala besar akan menggenangi pemukiman warga.

Ia mengaku, pihaknya sudah berulang kali menyampaikan persoalan tersebut kepada pihak perusahaan, namun tidak pernah direspon baik. 

“Mungkin karena desa masih bersengketa dengan pihak perusahaan terkait persoalan lahan desa diklaim milik HGU perusahaan,” duganya.

Selain menyampaikan ke pihak perusahaan, masyarakat juga sering menyampaikan sejumlah persoalan yang dihadapi masyarakat Desa Cot Mee dengan perusahaan PT Fajar Baizury kepada pemerintah Kabupaten Nagan Raya, DPRK dan DPRA. Namun hingga saat ini belum satupun persoalan ditangani. 

“Mereka selalu abaikan, dan ketika Pilkada saja mereka umbar janji akan menyelesaikan konflik desa dengan perusahaan,” tambah Samsuar.

Samsuar menyampaikan, masyarakat Desa Cot Mee meminta kepada pimpinan perusahaan PT Fajar Baizury untuk melihat langsung kondisi di lapangan sehingga ada solusi dari pimpinan perusahaan, karena selama ini masyarakat hanya bisa menyampaikan kepada staf perusahaan sehingga tidak dipedulikan.

Selain itu, masyarakat juga mendesak pemerintah Aceh dan Pemkab dan dewan yang merupakan wakil rakyat di Parlemen untuk membantu rakyatnya dan mendengarkan aspirasi masyarakat Desa Cot Mee yang selama ini selalu diabaikan.[Rilis]

 

 

EDITOR : RAHMAT TRISNAMAL

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.