ADW Akan Bahas Pembangunan Kesejahteraan Aceh dalam Bingkai NKRI

oleh -1.268 views
PhotoPictureResizer 191127 154704868 crop 284x169 1024x609

BASAJAN.NET, Banda Aceh- Aceh Development Wacht (ADW), akan membahas pembangunan kesejahteraan Aceh dalam seminar kebangsaan, Kamis 28 November 2019, Aula Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry.

Seminar penguatan wawasan kebangsaan sebagai landasan pembangunan kesejahteraan masyarakat Aceh dalam bingkai NKRI tersebut, bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Prodi Sejarah Kebudayaan Islam (HMP SKI) Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

Loading...

Kegiatan akan diisi tiga narasumber, yaitu Ka.Kesbangpol Linmas Aceh, Mahdi Efendi, Wakil Dekan 3 Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Ar-Raniry, Syarifuddin Abee dan tokoh muda Aceh, Muslahuddin Daud.

Masing-masing narasumber akan memaparkan tentang menumbuhkan sikap toleran dalam masyarakat Aceh yang majemuk. Kesadaran ke-Indonesiaan sebagai modal pembangunan Aceh, dan partisipasi masyarakat dalam mendukung pembangunan di Aceh.

Direktur ADW Zulyadi mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan, untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya penguatan wawasan kebangsaan sebagai landasan pembangunan kesejahteraan masyarakat Aceh dalam bingkai NKRI. 

“Sekaligus menjadi masukan dan pemikiran baru, tentang kondisi wawasan kebangsaan masyarakat Aceh saat ini,” ujar Zulyadi, dalam rilis kepada Redaksi Basajan.net, Rabu 27 November 2019.

Zulyadi berharap, seminar ini mampu menumbuhkan sikap toleransi dalam kehidupan masyarakat Aceh, sekaligus mendorong meningkatnya kesadaran partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah. 

“Kesadaran partisipasi ini, nantinya juga berujung pada berkembangnya nasionalisme Indonesia masyarakat Aceh,” katanya.

Menurut Zulyadi, secara umum kondisi pembangunan di Aceh masih tertinggal dibanding dengan daerah lain di Indonesia. Apalagi jika dikaitkan dengan berbagai kewenangan, kekhususan dan kemampuan finansial yang diperoleh Aceh sebagai dampak dari proses damai Aceh 2005 silam. 

Ia menuturkan, berbagai potensi yang dimiliki tersebut belum mampu memberi dampak pada kesejahteraan masyarakat dan berbagai bidang pembangunan lainnya. 

Dalam lima tahun terakhir, muncul harapan akan menggeliatnya kembali pembangunan di Aceh dengan adanya beberapa proyek strategis nasional. Seperti jalan tol dan pembangunan waduk di beberapa kabupaten/kota di Aceh, 

“Belum lagi Aceh dan Sumatera Utara akan menjadi tuan rumah PON 2024, yang berarti akan ada beberapa proyek strategis lainnya di Aceh untuk mendukung pelaksanaan PON tersebut,” sebutnya.

Namun, lanjut Zulyadi, berbagai pembangunan infrastruktur tersebut tidak akan optimal jika masyarakat dan pemerintah setempat tidak bersinergi mendukung pembangunan. Karena itu, penguatan kesadaran tentang wawasan kebangsaan menjadi keharysan untuk mendorong pembangunan di Aceh secara masif dalam berbagai bidang.

Selain itu, kondisi kemajemukan masyarakat Aceh saat ini juga menghadapi berbagai ancaman, seperti radikalisme, kemiskinan, sikap primordialisme dan berbagai permasalahan sosial lainnya. 

“Potensi ancaman ini akan mengganggu pembangunan jika tidak diantisipasi oleh para pihak terkait,” tekannya.[]

 

EDITOR: JUNAIDI MULIENG

 

 

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *