UIN Ar-Raniry Bahas Peradaban Islam di Era Revolusi 4.0

oleh -106 views
FOTO: UIN AR-RANIRY BANDA ACEH/DOK.UINAR

BASAJAN.NET, Banda Aceh- Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh membahas kemajuan peradaban Islam di era revolusi 4.0 pada International Conference on Islamic Civilization (ICONIC) tahun 2021.

Konferensi tahunan yang diselenggarakan Program Pascasarjana UIN Ar-Raniry itu, berlangsung pada 20-21 Oktober 2021, secara vitual dan tatap muka terbatas di Aula Grand Nanggroe Hotel Banda Aceh. Kegiatan ini dibuka secara resmi Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Suyitno mewakili Menteri Agama.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan UIN Ar-Raniry, Gunawan Adnan mengatakan, ICONIC bertujuan menyatukan para akademisi terkemuka, kelompok ilmuwan, para peneliti dan praktisi multi disiplin ilmu seluruh dunia, untuk membahas dan menggali tentang kemajuan peradaban keislaman di dunia dari berbagai sudut pandang.

“Konferensi internasional ini disusun sebagai Platform bagi para sarjana, peneliti, dan mahasiswa untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman,” kata Gunawan.

Selain itu, Gunawan berharap, ICONIC menjadi jalan menuju penelitian kolaboratif baru dalam publikasi antara peneliti dan universitas, baik di dalam maupun luar negeri.

Ia menyampaikan, penelitian adalah kegiatan inti yang tidak pernah berhenti, selalu berkembang untuk memberikan manfaat sosial, kebajikan sosial, dan kebijaksanaan bagi umat manusia.

Ketua pelaksana ICONIC, Abdul Mujahid Hamdan menjelaskan, pada konferensi tersebut menghadirkan para pakar dari berbagai perguruan tinggi, di antaranya dari Belanda, Singapura, Inggris, Maroko, India, Myanmar, dan Indonesia.

Mujahid mengatakan, selain dialog dalam kemajuan peradaban keislaman di era revolusi 4.0, forum tersebut juga menjadi tempat berbagi keilmuan dan penemuan-penemuan baru dari hasil penelitian.

Adapun topik yang dibahas pada ICONIC 2021, yaitu fiqih kontemporer, sufisme, teologi, dan filosofi Islam, hukum, demokrasi dan hak asasi manusia. Gender dan hukum keluarga, interpretasi Quran dan Hadist, bank dan istem keuangan islam. Industri halal, integrasi sains dan teknologi dalam pengetahuan islam, studi mengenai Timur Tengah, pengetahuan sejarah Islam dan studi lingkungan, serta media dan komunikasi.

Hadir sebagai pembicara, di antaranya Warul Walidin, Eka Srimulyani, Yusny Saby, Zulfikar dan Muhibbuthabry dari UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Kemudian Oliver Scharbrodt, Jorgen Nielson, James Piscatori, Soud Khorim, Hsu Thiri Zaw, dan Muqtedar Khan dari luar negeri.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.