UIN Ar-Raniry Bahas Islam dan Pembangunan Berkelanjutan

oleh -35 views
UIN Ar-Raniry Bahas Islam dan Pembangunan Berkelanjutan
Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry Banda Aceh membahas Islam dan pembangunan berkelanjutan pada International Conference on Islamic Studies (ICIS), 4-5 Oktober 2021. (BASAJAN.NET/NAT RIWAT)

BASAJAN.NET, Banda Aceh- Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry Banda Aceh membahas Islam dan pembangunan berkelanjutan pada International Conference on Islamic Studies (ICIS) Tahun 2021.

Konferensi yang mengusung tema “Islam and Sustainable Development” itu, berlangsung dari 4-5 Oktober 2021 secara virtual. Menghadirkan Presiden Indonesia ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Wakil Presiden Indonesia ke-10 dan 12 M Jusuf Kalla dan Wakil Presiden Indonesia Ma’ruf Amin sebagai pembicara utama.

Wakil Menteri Agama RI Zainut Tauhid Sa’adi pada saat pembukaan menyampaikan, konferensi tahunan yang diselenggarakan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry Banda Aceh, harus melahirkan suatu rekomendasi penting bagi pembangunan masyarakat Islam di Indonesia.

“Apalagi Aceh merupakan kawasan Serambi Mekkah, yang sejak dulu sangat terkenal dengan kebudayaan Islam-nya,” ujar Zainut.

Selain itu, hasil diskusi selama ICIS berlangsung dapat memberikan manfaat bagi penguatan program-program di lingkungan Kementerian Agama.

Zainut mengaku, dirinya sering menegaskan kepada para pimpinan kampus, transformasi hendaknya tidak semata dipahami sebagai peningkatan anggaran atau penambahan jumlah prodi belaka. Tapi lebih dari itu adalah ‘hijrah’ perguruan tinggi Islam, dari penekanan awal sebagai lembaga dakwah ilmu-ilmu agama, menjadi institusi yang memiliki tradisi riset yang baik.

Selain itu, juga menjadi kampus yang mampu mengintegrasikan ilmu-ilmu keislaman dengan sains dan teknologi, serta menjadi rumah yang nyaman bagi dosen dan peneliti untuk menghasilkan temuan-temuan berkualitas, sehingga dapat memberikan kontribusi bagi pengetahuan dan keilmuan global.

Sementara itu, Wakil Presiden Indonesia Ma’ruf Amin dalam materinya menjelaskan, pembangunan berkelanjutan merupakan sebuah konsep yang ditawarkan sebagai solusi atas kerusakan lingkungan yang terjadi sebagai dampak negatif aktivitas manusia, termasuk aktivitas di bidang ekonomi yang tidak memperhatikan kepentingan lingkungan hidup.

Menurutnya, dengan menerapkan konsep pembangunan berkelanjutan, pembangunan yang dilaksanakan harus menjaga keseimbangan antara kepentingan ekonomi sosial dan kelestarian ekosistem pendukungnya. Sehingga terwujud kesejahteraan bagi masyarakat dari satu generasi ke generasi selanjutnya.

“Prinsip-prinsip berkelanjutan juga menjadi dasar dalam ekonomi dan keuangan syariah sebagai jalan untuk mencapai kesejahteraan dan keadilan masyarakat,” ujarnya.

Ketua pelaksana ICIS 2021, Abdul Manan mengatakan, konferensi internasional tersebut diharapkan mampu memberi pencerahan kepada masyarakat, pemerintah daerah, para akademisi, mahasiswa, birokrat dan para pakar, untuk menggali ide dan gagasan tentang pembangunan yang bisa digunakan Aceh ke depan, guna menyongsong 2045 dan visi Aceh Hebat untuk mengejar ketertinggalan.

Abdul Manan menyampaikan, ICIS diikuti seribu lebih peserta, baik sebagai peserta aktif maupun pemakalah. Turut dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional, dan Forum Rektor PTN/PTKIN se-Indonesia.

Selain menghadirkan tiga narasumber utama, konferensi juga menghadirkan pembicara lainnya, seperti Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional RI Sofyan Djalil, Menteri Agama RI periode 2014-2019 Lukman Hakim Saifuddin, Ketua Taman Iskandar Muda, Jakarta Surya Dharma.

Dari kalangan akademisi dan peneliti, yaitu Sukree Lungputeh dari Fatoni University, Amin Abdul Aziz dari Universiti Brunei Darussalam, Mohd Sobhi bin Ishak dari Universiti Kebangsaan Malaysia, Wen Chin Ouyang dari SOAS University of London dan Adham Hamawiya dari Al-Baath University of Suriah.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.