STAIN Meulaboh Dorong Pengabdian Berbasis Potensi Lokal

oleh -18 views
STAIN Meulaboh Dorong Pengabdian Berbasis Potensi Lokal
Ega Gradini. (BASAJAN.NET/RAHMAT TRISNAMAL).

BASAJAN.NET, Meulaboh — STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh mendorong pengabdian kepada masyarakat yang bertumpu pada potensi lokal.

Pendekatan ini bertujuan memperkuat kemandirian warga dan memastikan program pemberdayaan dapat berlanjut setelah pendampingan berakhir.

Hal tersebut dibahas dalam Workshop Metodologi Pengabdian kepada Masyarakat berbasis Asset-Based Community-Driven Development (ABCD). Kegiatan yang digelar Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) STAIN Meulaboh di Gedung Pendidikan Terintegrasi, Rabu, 21 Oktober 2026, menghadirkan Ega Gradini sebagai pemateri.

Ega menjelaskan, pendekatan ABCD mengutamakan pengenalan dan pengembangan aset yang telah dimiliki masyarakat.

Ia mengatakan, pengabdian tidak hanya berangkat dari persoalan yang dihadapi warga, tetapi juga dari kekuatan yang dapat dikembangkan.

“Fokus ABCD ada pada aset, bukan pada masalah,” jelasnya.

Menurut Ega, aset masyarakat tidak hanya berupa uang, bangunan, atau sumber daya alam. Keterampilan warga, kelompok pemuda, tradisi, dan pengetahuan turun-temurun juga dapat menjadi modal pemberdayaan.

Ia mencontohkan, eceng gondok yang dapat diolah menjadi serat dan tali bernilai jual. Di wilayah pesisir, keterampilan warga mengolah hasil perikanan juga berpotensi dikembangkan menjadi produk bernilai tambah.

Ega menegaskan, masyarakat perlu dilibatkan sejak perencanaan hingga evaluasi program. Warga tidak cukup menjadi penerima manfaat, tetapi harus ikut menentukan arah dan pelaksanaan kegiatan sesuai potensi serta kebutuhan mereka.

“Keterlibatan ini penting, agar program tidak berhenti setelah mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) atau tim pengabdian meninggalkan lokasi,” terangnya.

Ega menambahkan, penerapan ABCD dimulai dengan memetakan aset melalui survei, wawancara, dan diskusi bersama warga. Hasilnya digunakan untuk menyusun program yang sesuai dengan kondisi setempat dan dapat dikelola secara mandiri.

Melalui pendekatan ini, pengabdian perguruan tinggi diharapkan tidak hanya menghasilkan kegiatan sesaat. Program juga perlu memperkuat kemampuan masyarakat dalam mengembangkan potensi lokal secara berkelanjutan.[]

======================

PENULIS: RAHMAT TRISNAMAL

EDITOR: JUNAIDI MULIENG

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.