BASAJAN.NET, Meulaboh- Semangat untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada masyarakat harus mampu ditunjukkan dalam keteladanan. Baik dari sikap, ucapan, maupun perbuatan. Dengan begitu, Pancasila sebagai satu kesatuan sebagaimana dicita-citakan para pendiri bangsa akan dapat terwujud.
Demikian disampaikan Akademisi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Teuku Umar (FISIP UTU), Said Fadhlain, pada dialog interaktif Kopi Pagi Radio Republik Indonesia (RRI) Meulaboh, Senin, 31 Mei 2021.
Dialog yang berlangsung selama 45 menit tersebut, mengangkat tema “Kurikulum Pendidikan Pancasila” dipandu langsung oleh Darmayani sebagai presenter.
Said Fadhlain dalam paparannya menjelaskan, Pancasila merupakan kerangka ideologi yang telah disepakati oleh para pendiri bangsa sebagai dasar negara kesatuan republik Indonesia. Pancasila kemudian dijadikan acuan di dalam berbangsa dan bernegara, baik cara berperilaku maupun bersikap dan sebagainya.
“Pancasila ini bukan sekedar hafalan, tapi bisa menjadi sebuah internalisasi, praktek langsung dan sikap langsung yang berkaitan dengan nilai-nilai pancasila, menjadi wadah pemersatu bangsa,” tegas Said.
Ia mengatakan, penanaman nilai-nilai Pancasila pada generasi muda dapat dilakukan melalui satu upaya dan kesepakatan bersama. Baik di lembaga pendidikan, keluarga maupun masyarakat, sehingga nilai-nilai pancasila dapat menjadi pedoman dalam setiap sendi kehidupan.
“Hal terpenting adalah bagaimana menunjukkan keteladanan, baik itu dari para pemimpin dalam berbangsa dan bernegara, maupun dari para akademisi dan pendidik,” tutup dosen senior Prodi Ilmu Komunikasi itu. []
EDITOR: JUNAIDI MULIENG






