Mendidik Masyarakat Lewat Film Dokumenter

oleh -72 views
Mendidik Masyarakat Lewat Film Dokumenter
Warga Bukit Jaya, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat menonton film dokumenter yang diputar mahasiswa KPM STAIN Meulaboh, Sabtu, 10 Juli 2021. (BASAJAN.NET/MARIANI).

BASAJAN.NET, Meulaboh- Sabtu, 10 Juli 2021 tim mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh, berkumpul di kantor keuchik Bukit Jaya, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat.

Seperti biasa, sebelum kegiatan dilakukan, Fajri selaku Koordinasi Desa (Kordes), memberikan pengarahan dan pembagian tugas kepada delapan anggota tim.

Kemudian mereka langsung bergegas menyiapkan tempat untuk menyelenggarakan kegiatan nonton bareng film dokumenter, sebagai salah satu program KPM kerjasama dengan Yayasan Aceh Documentary. 

Di Aula Balai Desa Bukit Jaya, sudah terpasang layar berukuran 3 x 2 meter. Di depannya, dua tikar besar dibentangkan sebagai alas duduk penonton. Masker dan sabun cuci tangan juga disediakan, sesuai dengan protokol kesehatan pencegahan COVID-19.

Dalam sepekan terakhir, hujan deras dan angin kencang tak henti melanda Bumoe Teuku Umar. Namun hal itu tak menyurutkan semangat panitia dan masyarakat yang datang untuk menonton.

Pukul 13.40 WIB, ruang aula balai desa mulai terisi. Satu persatu masyarakat mulai beedatangan, sebagian besar adalah anak-anak. Bahkan beberapa anak sudah tiba dilokasi sejak pagi dan ikut membantu persiapan acara.

Mereka duduk menghadap layar dengan gaya bervariasi. Ada yang bersandar di dinding, jongkok, melipat kaki ada juga yang menggesekkan kedua tangan karena udara dingin. 

Lautan Bara dan Bocah Rapai Plok adalah dua Film dokumenter yang diputar pada kegiatan nobar ini. Lautan Bara merupakan film produksi Aceh Documentary Competition 2018 yang disutradarai oleh Mariani dan Aris Munandar. 

Film ini menceritakan tentang kehidupan nelayan yang terganggu mata pencahariannya dikarenakan batu bara, penyebabnya tak lain adalah akibat dua perusahaan besar yang beroperasi sehingga mengakibatkan nelayan sulit mencari nafkah. Untuk memperoleh ikan, nelayan harus menempuh jarak lebih jauh, dan tentu saja dengan biaya lebih mahal. 

Sedangkan film Bocah Rapai Plok, yang disutradarai oleh Nursalia Ansari, menggambarkan tentang kehidupan remaja di Gampong Puloe Tukok yang memiliki hobi memainkan alat musik tradisional Aceh yaitu rapai. 

Namun karena mereka tidak memiliki pelatih dan alat rapai, akhirnya dengan segala kreativitas, mereka memanfaatkan bekas kaleng cat sebagai pengganti rapai. Sehingga dinamai Rapai Plok. Mereka memainkan Rapai Plok dengan semangat dan percaya diri. Hadirnya kelompok seni Rapai Plok ini menjadikan hiburan tersendiri bagi masyarakat Gampong Puloe Tukok, Pidie.

Warga Bukit Jaya, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat menonton film dokumenter yang diputar mahasiswa KPM STAIN Meulaboh, Sabtu, 10 Juli 2021. (BASAJAN.NET/MARIANI).

Kegiatan Nobar, dihadiri oleh 34 penonton yang terdiri dari aparatur desa, ibu-ibu, remaja, dan juga anak-anak. Pemutaran film tersebut juga turut dihadiri salah satu sutradara film Lautan Bara, Mariani, yang merupakan Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh.

Ketua Panitia Nobar, Fajri mengatakan, Nobar merupakan salah satu program dari tim KPM Gampong Bukit Jaya yang akhirnya terlaksana. Kegiatan nobar ini bertujuan untuk mengedukasi sekaligus menghibur masyarakat melalui film dokumenter. 

“Meski cuaca hujan, alhamdulillah tidak menurunkan semangat masyarakat mengikuti kegiatan Nobar,” ujar mahasiswa Ilmu Alquran dan Tafsir itu. 

Nonton Bareng ini menjadi kegiatan penutup dari seluruh rangkaian program KPM di Gampong Bukit Jaya. 

“Semoga kegiatan ini bermanfaat dan mengispirasi masyarakat Gampong Bukit Jaya,” tutup Fajri. 

Yeni Jeliati, masyarakat Gampong Bukit Jaya terlihat antusias. Ia mengaku baru pertama kali menonton film dokumenter. 

Ibu lima anak itu mengatakan, film yang diputar sangay bagus, karena menceritakan tentang kondisi masyarakat Aceh dan banyak ilmu baru yang bisa kita dapat dari film tersebut.

Ia berharap, pemutaran film seperti ini bisa sering dilakukan karena dapat menghibur masyarakat di Gampong Bukit Jaya.

Khairil Ginting mengungkapkan rasa antusiasnya setelah menonton. Terlebih setelah menonton film Bocah Rapai Plok. Ia ingin mengajak teman-temannya untuk membuat hal yang serupa.

“Senang sekali bisa nonton ramai-ramai, kapan-kapan buat lagi ya,“ ujar anak usia sembilan tahun itu.[]

WARTAWAN: MARIANI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.