Lima Tokoh Pejuang Aceh Diberi Gelar Kehormatan

oleh -69 views
Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud Al Haythar serahkan Gelar Anugerah untuk Lima Tokoh Pejuang Aceh kepada ahli waris, Senin malam, 5 Desember 2022. (BASAJAN.NET/ISTIMEWA)

BASAJAN.NET, Banda Aceh- Sebanyak lima tokoh pejuang Aceh yang berjasa dalam memperjuangkan hak-hak Aceh diberi gelar kehormatan. Anugerah tersebut diberikan oleh Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud Al Haythar kepada ahli waris, Senin malam, 5 Desember 2022.

Dari lima tokoh tersebut, empat diantaranya merupakan tokoh perjuangan di era awal deklarasi Aceh Merdeka (AM) oleh Alm. Dr. Hasan Muhammad di Tiro, pada tahun 1976 di Gunung Halimun, Pidie, yaitu Alm. Dr. Muchtar Yahya Hasbi, Alm. Dr. Zubir Mahmud, Alm. Tgk. Geuchik Umar Tiro, dan Alm. Tgk. Abdussamad Gadeng (Asghadi). Sedangkan satu tokoh lainnya merupakan ulama asal Beutong Ateuh, Nagan Raya, yaitu Alm. Tgk. Bantaqiah.

Muchtar Yahya Hasbi merupakan Perdana Menteri pertama dalam kabinet AM pasca deklarasi tahun 1976. Ia dianugerahi Gelar Kehormatan Sri Alam dan diterima oleh almarhum, Ummi Azimar. 

Zubir mahmud, sosok ini juga merupakan angkatan pertama dalam kabinet AM, sebagai Menteri Sosial. Ia dianugerahi Gelar Kehormatan Sri Alam, yang diterima oleh putra kandung almarhum, M Iqbal.  

Geuchik Umar Tiro dianugerahi Gelar Kehormatan Perkasa Alam. Sosok ini juga merupakan angkatan pertama AM pasca deklarasi, yang dipercayakan menjadi pengawal pribadi, Hasan Muhammad di Tiro semasa bergerilya di Aceh. Gelar kehormatannya diterima oleh Ali Murtadha, cucu dari almarhum. 

Kemudian Abdussamad Gadeng atau sering juga disapa Asghadi, dianugerahi Gelar Kehormatan Syah Alam atas jasanya semasa hidup. Ia adalah angkatan pertama AM yang ikut serta bersama Hasan Muhammad di Tiro saat Deklarasi di Gunung Halimun pada tahun 1976. Gelar Kehormatan untuk Asghadi diterima langsung oleh putrinya, Riyanti Asghadi. 

Sedangkan kepada Alm. Tgk Bantaqiah diberi Gelar Kehormatan Syaikhul Islam dan diterima langsung oleh putra tertuanya, Malikul Azis. 

Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud Al Haythar mengatakan, kelima tokoh perjuangan Aceh tersebut (yang dianugerahi gelar kehormatan) telah lama tiada, namun jasa dan perlakuan yang mereka terima, hingga meninggal sebagai syuhada tidak akan pernah hilang dalam memori dan lembaran catatan sejarah Aceh.

“Semoga apa yang dilakukan para almarhum semasa hidup dicatat sebagai amal ibadah di hadapan Allah SWT, dan mendapat mendapatkan balasan surga-Nya” ucap Wali Nanggroe. 

Ia menambahkan, anugerah kehormatan kepada para almarhum tentunya tidak sebanding dengan apa yang telah dikorbankan semasa hidup. 

Namun dengan penganugerahan gelar kehormatan tersebut harus menjadi penambah pengingat, penguat kebersamaan bangsa Aceh di masa sekarang, dalam memperjuangkan apa yang telah diperjanjikan Pemerintah Republik Indonesia, sesuai MoU Helsinki tahun 2005.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.