Kemenag Aceh Barat Beri Bimbingan Pranikah Bagi Siswa Madrasah

oleh -176 views
Kepala Kankemenag Aceh Barat, Khairul Azhar sedang membuka kegiatan Bimbingan Pranikah Remaja Usia Sekolah, Kamis 27 Mei 2021. (BASAJAN.NET/RAHMAT TRISNAMAL)

BASAJAN.NET, Meulaboh- Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Aceh Barat memberikan bimbingan pranikah kepada sejumlah siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Aceh Barat.

Bimbingan pranikah remaja usia sekolah tersebut berlangsung di Musala Madrasah Terpadu Suak Timah, Kamis 27 Mei 2021.

Ketua Panitia Pelaksana, Nurul Hadi menyebutkan, peserta yang mengikuti kegiatan bimbingan tersebut sebanyak 50 siswa. 

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut sebagai upaya pencegahan dan meminimalisir angka pernikahan usia dini (dibawah umur) dan angka perceraian yang selama ini sangat meningkat.

Selain itu, bimbingan tersebut untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan tentang kehidupan berumah tangga sejak dini, untuk mewujudkan keluarga sejahtera, sakinah, mawaddah, warahmah, serta membentuk karakter remaja yang bertanggung jawab dan mengetahui hak dan kewajiban suami dan isteri.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Barat, Khairul Azhar mengapresiasikan kegiatan bimbingan pranikah remaja usia sekolah tersebut.

Menurutnya, dengan adanya bimbingan tersebut dapat meminimalisir angka perceraian yang dapat berimbas kepada generasi muda. Sebab saat ini sangat banyak angka perceraian, terutama cerai gugatan/pasak dari isteri.

Hal tersebut diakibatkan karena kurangnya kesiapan emosional dan kedewasaan yang menyebabkan perkelahian dan percekcokan di dalam rumah tangga.

Khairul menjelaskan, kematangan jiwa sangat penting dalam melaksanakan pernikahan, menikah bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan biologis saja, namun juga untuk melahirkan generasi yang berkualitas dan berakhlakul karimah.

“Dalam undang-undang 16 Tahun 2019, umur minimal perkawinan pria dan wanita berumur 19 tahun,” sebutnya.

Selain itu, ada beberapa kriteria dalam memilih pasangan, namun yang paling utama dan terpenting adalah agamanya. Jika dipilih menurut pemahaman agamanya, maka penyebab perceraian dapat diminimalisir oleh orang-orang yang berkepribadian dan berakhlak mulia.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.