Meastro Kenalkan Makna Seumapa kepada Generasi Muda Aceh Barat

oleh -13 views
Meastro Seumapa, Medya Hus Kenalkan Makna Seumapa kepada Generasi Muda Aceh Barat, Sabtu 16 Mei 2026
Meastro Seumapa, Medya Hus Kenalkan Makna Seumapa kepada Generasi Muda Aceh Barat, Sabtu 16 Mei 2026. (BASAJAN.NET/RAHMAT TRISNAMAL)

BASAJAN.NET, Meulaboh- Tradisi Seumapa ternyata bukan sekadar seni berbalas pantun dalam prosesi adat Aceh. Di balik syair dan sapaan yang dilantunkan, tersimpan nilai persatuan, penghormatan, hingga penguatan identitas budaya masyarakat Aceh.

Pesan itu disampaikan Maestro Seumapa, Medya Hus saat menjadi pemateri dalam pelatihan Seumapa yang diikuti generasi muda Aceh Barat di aula Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Aceh Barat, Sabtu, 16 Mei 2026.

Medya Hus mengatakan, Seumapa selama ini telah menjadi bagian penting dalam berbagai prosesi adat Aceh, terutama pada tradisi perkawinan seperti Intat Lintô atau prosesi mengantar mempelai pria ke rumah mempelai perempuan.

Menurutnya, adat tersebut bukan hanya seremoni penyambutan, tetapi juga mengandung pelajaran sosial dan religius yang diwariskan turun-temurun.

“Dalam prosesi Intat Lintô ada nilai kebersamaan, sopan santun, menepati janji, hingga pengingat kepada Allah dan Rasulullah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, masyarakat Aceh sejak dahulu menempatkan adat dan syariat sebagai dua hal yang saling berkaitan. Hal itu tercermin dalam narit maja “Adat ngon Hukôm lagee zat ngon sifeuet” yang berarti adat dan hukum ibarat zat dengan sifat yang tidak dapat dipisahkan.

Meski demikian, Medya Hus menekankan bahwa hukum atau syariat tetap menjadi yang utama, sementara adat berfungsi memperindah dan melengkapi kehidupan sosial masyarakat.

Ia juga mengingatkan, Seumapa bukan sekadar hiburan dalam acara adat, melainkan media komunikasi yang penuh etika dan penghormatan kepada tamu.

Bahkan, keberadaan tokoh Seumapa dalam prosesi Intat Lintô memiliki fungsi penting untuk mengatur suasana acara agar tetap tertib, santun, dan terarah.

“Kadang ada hal-hal yang belum siap dalam prosesi adat. Melalui Seumapa, suasana bisa tetap terjaga tanpa terlihat janggal,” katanya.

Medya Hus turut menyoroti tantangan pelestarian budaya di tengah derasnya pengaruh budaya luar melalui perkembangan teknologi. Menurutnya, kondisi itu menjadi pekerjaan bersama bagi pemerintah, tokoh adat, akademisi, hingga masyarakat untuk menjaga identitas budaya Aceh.

Ia mendorong agar Seumapa tidak hanya dikenalkan dalam kegiatan adat, tetapi juga masuk ke dunia pendidikan, baik melalui kurikulum maupun kegiatan ekstrakurikuler.

“Kalau Seumapa diajarkan sejak sekolah hingga perguruan tinggi, maka tradisi ini akan lebih mudah diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, peserta pelatihan juga diperkenalkan lima struktur penting dalam syair Seumapa, yakni salam, muqaddimah, penghormatan, isi Seumapa, dan penutup.

Ia berharap,melalui pelatihan tersebut, generasi muda Aceh Barat diharapkan tidak hanya mampu melantunkan Seumapa, tetapi juga memahami nilai adat, etika, dan filosofi yang terkandung di dalamnya sebagai bagian dari jati diri masyarakat Aceh.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.