BASAJAN.NET, Banda Aceh- Innalillahi wainna ilaihi rajiun, Lembaga Wali Nanggroe Aceh kembali berduka. Saudara (abang) kandung Wali Nanggroe Aceh, Amir Rashid bin Mahmood dikabarkan meninggal dunia, Jumat 4 Juni 2021.
Saudara kandung dari Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud Al Haytar itu meninggal dunia dalam usia 95 tahun.
“Benar, tadi pagi kita mendapat kabar duka tersebut dari Singapura,” kata Kabag Humas dan Kerjasama Wali Nanggroe, M. Nasir Syamaun.
Nasir dalam keterangannya menyebutkan, almarhum Amir Rashid atau sering juga disapa Mentroe Amir tutup usia di sebuah rumah sakit di Singapura pada pukul 05.00 waktu Singapura atau 06.00 WIB.
Sementara itu, Katibul Wali Nanggroe Aceh Azwardi mengatakan, Lembaga Wali Nanggroe Aceh sangat berduka atas meninggalnya Mentroe Amir.
“Paduka Yang Mulia Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud Al Haytar saat ini dalam kondisi sangat berduka,” kata Azwardi.
Betapa tidak, Malik Mahmud bukan saja kehilangan saudara sekandung, tapi kehilangan sosok yang paling tua dalam keluarga. Almarhum Mentroe Amir merupakan lelaki tertua dari empat bersaudara.
“Atas nama Keurukon Katibul Wali Nanggroe dan atas nama pribadi, kita mendoakan semoga Allah Subhana Wataala menerima segala amal ibadah almarhum, dan mengampuni segala dosa-dosanya,” kata Azwardi.
Semasa hidup, Mentroe Amir cukup dikenal luas di kalangan perjuangan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Beliau pernah menduduki jabatan Menteri Perdagangan dalam struktur Kabinet GAM pasca dideklarasi tahun 1976.
Ketika almarhum Hasan Tiro yang merupakan deklarator GAM pulang ke Aceh tahun 2008, Mentroe Amir ikut mendampingi rekan seperjuangan sekaligus sahabatnya itu menginjakkan kaki ke Tanah Rencong.
Tahun 2017, mantan Panglima GAM H. Muzakir Manaf atau akrab disapa Mualem terbang langsung ke Singapura untuk menjenguk almarhum Mentroe Amir yang saat itu sedang dirawat di Rumah Sakit Bright Vision Hospital Singapore.
Meuntroe Amir lahir pada 1927 di Singapura. Ayah beliau Mahmood, merupakan saudagar Aceh yang telah lama menetap di Singapura.
Ketika almarhum Hasan Tiro menyusun kabinet pertama pasca deklarasi tahun 1976, Amir Rashid langsung tergabung di dalamnya sebagai Menteri Perdagangan. Karena itulah, selanjutnya beliau dikenal dengan nama Mentroe Amir.[]
EDITOR : RAHMAT TRISNAMAL
