BASAJAN.NET, KEDAH – Sejak lebih seabad lalu, warga Aceh menetap di pesisir Yan, Kedah, Malaysia. Bahasa, adat, hingga syariat Islam masih mereka pertahankan. Kini, perkampungan tua yang dikenal sebagai Kampung Acheh itu mendapat pengakuan baru, sebagai Kampung Binaan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Malikussaleh (FISIP Unimal) Lhokseumawe.
Penetapan dilakukan lewat penandatanganan kerja sama antara Dekan FISIP Unimal, Teuku Zulkarnaen, dan perwakilan Jawatan Kuasa Keselamatan Kampung (JKKK) Kampung Acheh, Tuan Jazni bin Ghani, Selasa, 30 September 2025. Hadir pula pengurus Ikatan Masyarakat Aceh Malaysia (IMAM) dan tokoh masyarakat setempat.
Menurut Zulkarnaen, Kampung Acheh di Yan, Kedah akan menjadi laboratorium hidup bagi berbagai aktivitas akademik, mulai dari riset diaspora, program pengabdian, hingga pertukaran mahasiswa.
“Kami ingin menjembatani dunia kampus dengan masyarakat, sekaligus merawat identitas Aceh di luar tanah asalnya,” ujarnya.
Berita terkait: Unimal Bawa Energi Hijau ke Sentra Kopi
Ketua tim pengabdian, Mursyidin, menyebut masyarakat Aceh telah bermukim di Yan Kedah sejak 1888. Hingga kini, sebagian besar warganya masih berbahasa Aceh, menjalankan tradisi leluhur, dan kuat berpegang pada syariat Islam.
Tuan Jazni bin Ghani menyambut baik langkah Unimal. Baginya, kerja sama ini bukan sekadar formalitas, melainkan peluang untuk menjaga kesinambungan warisan.
“Kami berharap seluruh pihak, baik akademisi maupun pemerintah Aceh, ikut mendukung pelestarian budaya di sini,” katanya.
Program ini merupakan bagian dari PKM Internasional kolaborasi FISIP Unimal dengan Institut Pengajian Sains Sosial (IPSAS) Universiti Putra Malaysia (UPM). Selain memperkuat jejaring akademik lintas negara, penetapan Kampung Acheh sebagai Kampung Binaan, diharapkan menjadi simbol keterikatan diaspora Aceh dengan tanah leluhurnya.[]
=======================
EDITOR: JUNAIDI MULIENG





