BASAJAN.NET, MEULABOH — United Nations Development Programme (UNDP) Indonesia membekali mahasiswa STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh dengan pemahaman tentang green jobs. Konsep ini menjadi salah satu pendekatan untuk mengurangi pengangguran sekaligus menjaga lingkungan.
Pemahaman itu disampaikan dalam workshop yang digelar di gedung pendidikan terintegrasi kampus setempat, Selasa, 29 September 2026. Kegiatan tersebut diikuti 342 peserta dan merupakan hasil kerja sama UNDP Indonesia dengan Dirundeng Career Development Center (DCDC) STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh.
Senior Gender Specialist UNDP Indonesia, Zubaidah Djohar, mengatakan ada tiga pendekatan responsif dalam menghadapi perubahan. Ketiganya mencakup soft skill, kesetaraan gender dan inklusi sosial, serta dokumen negara yang disiapkan untuk perencanaan iklim dan perlindungan lingkungan.
Menurut Zubaidah, green jobs tidak hanya berkaitan dengan jenis pekerjaan. Namun, juga menyangkut upaya mengurangi kerusakan lingkungan melalui keahlian yang dimiliki setiap orang.
“Sebagai warga negara, kita perlu mendukung seluruh rencana kerja berkelanjutan melalui bidang studi masing-masing. Berbicara tentang green jobs, berarti berbicara tentang mengurangi kerusakan lingkungan,” kata Zubaidah.
Ia mengatakan, perlu ada target dan komitmen yang disusun berdasarkan keahlian masing-masing. Menurut dia, hal tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap rencana kerja berkelanjutan.
Green Jobs dan Peluang Kerja Anak Muda
Pembahasan berlanjut pada persoalan pengangguran anak muda. Focal Point for Youth Empowerment Initiative UNDP Indonesia, Randa Shandia, menyoroti ketergantungan anak muda Indonesia pada profesi tertentu.
Randa mengatakan, belum banyak anak muda menerapkan konsep green jobs dalam keterampilan yang mereka miliki.
“Green jobs menjadi penting, karena Indonesia sudah menguasai AI. Tidak hanya mendapat keuntungan, tapi juga memberikan kontribusi terkait program dan kesempatan,” ujar Randa dalam sesi yang berlangsung melalui Zoom.
Randa menyebut, kontribusi melalui ekonomi hijau dapat membuka lebih dari lima juta kesempatan untuk membantu mengurangi pengangguran di Indonesia.
Sementara itu, Ketua STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Syamsuar, berharap kerja sama dengan UNDP Indonesia terus berlanjut. Ia menginginkan, adanya program berkelanjutan untuk meningkatkan keterampilan mahasiswa pada masa mendatang.
=================================
PENULIS: ULFA KHAIRINA
EDITOR: JUNAIDI MULIENG





