BASAJAN.NET, Meulaboh- Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Masjid An-Nur Simpang Peut Rundeng memperingati Nuzulul Quran 17 Ramadhan 1447 H, Jumat 6 Maret 2026.
Peringatan tersebut diperingati dengan buka puasa bersama, ceramah nuzulul quran yang disampaikan Imum Chik Masjid An-Nur, Surianto Sudirman, serta Khataman Alquran.
Surianto mengatakan, pentingnya umat Islam untuk mempelajari dan memahami pengetahuan yang terkandung dalam Al-Qur’an.
Menurutnya, sejak dahulu musuh-musuh Islam berusaha melemahkan Islam dengan cara menyerang Al-Qur’an. Namun, Allah SWT sendiri yang menjaga kemurnian Al-Qur’an sehingga tidak dapat diubah ataupun ditandingi oleh manusia.
Surianto menjelaskan, pada masa sebelum kenabian, pujangga Arab terkenal dengan kemampuan sastra yang tinggi. Mereka pernah menantang keindahan bahasa alquran, tetapi tidak mampu menghadirkan karya yang setara dengannya.
Ia menyebutkan, ada tiga fase turunnya alquran. Pertama, alquran berada di Lauhul Mahfudz, sebagaimana disebutkan dalam Surah Al-Buruj. Kedua, Allah SWT menurunkan alquran secara keseluruhan ke Baitul Izzah di langit dunia pada malam Nuzulul Quran. Ketiga, alquran kemudian diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW secara berangsur-angsur sesuai dengan peristiwa dan kebutuhan umat.
Meski demikian, susunan ayat dan surat dalam alquran tidak mengikuti urutan turunnya, melainkan berdasarkan ketetapan Allah SWT yang oleh para ulama tafsir disebut sebagai taufiqi.
Selain itu, Surianto juga mengingatkan tentang peringatan Nabi Muhammad SAW yang mengadu kepada Allah SWT bahwa sebagian umatnya telah meninggalkan alquran.
“Kata ittakhadzu dalam surat Al Furqan ayat 30 menunjukkan bahwa meninggalkan alquran dapat terjadi secara sengaja,” jelasnya.
Ia menambahkan, para ulama menjelaskan bahwa seseorang dianggap meninggalkan alquran apabila tidak mau mendengar atau membacanya, tidak mau merenungi maknanya, serta tidak menjadikan alquran sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.[]
