BASAJAN.NET, Banda Aceh– Sebanyak 4.634 mahasiswa baru (Maba) Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh menjalani tes kemampuan membaca Al-Quran. Hasil ujian ini bukan hanya menentukan kelancaran bacaan, tapi juga kewajiban tinggal di asrama.
Tes berlangsung 19–23 Agustus 2025, dengan 25 meja ujian yang dijaga tim penguji dan dibagi dua sesi. Menurut Kepala UPT Ma’had Jami’ah, Syahminan, ujian menilai tajwid dan makhraj huruf.
“Nilai mereka akan dibagi dua kategori, regular dan nonregular,” katanya, Selasa, 19 Agustus 2025.
Mahasiswa yang memperoleh nilai di bawah 72 masuk kategori regular. Mahasiswa kelompok ini wajib tinggal di asrama selama tiga bulan. Di sana, mereka mengikuti kelas tahsin, praktek ibadah, hafalan juz 30, hingga pembinaan karakter, seperti disiplin salat berjamaah hingga etika berkomunikasi.
Kategori regular masih dipecah lagi menjadi lima tingkat, dari Iqra’ I (nilai 1–14), Iqra’ II (nilai 29-42), Iqra’ III (nilai 43-56), hingga Iqra’ IV (57–71).
“Setiap kelompok mendapat pembinaan sesuai kemampuan,” ujar Syarifuddin, Kepala Bidang Keasramaan.
Adapun mahasiswa dengan nilai 72–95 masuk kategori nonregular. Mereka tidak wajib tinggal di asrama, tapi tetap mengikuti program Ma’had Jami’ah selama 1,5 bulan dengan materi praktek ibadah dan setoran hafalan.
Hasil tes diumumkan lewat akun mahasiswa masing-masing atau media sosial Ma’had Jami’ah UIN Ar-Raniry. Peserta kemudian membayar biaya program melalui bank yang ditunjuk.
Menurut Syarifuddin, tahun ini Ma’had Jami’ah difokuskan khusus bagi mahasiswa baru. “Kami berharap mereka mengikuti program ini dengan baik,” ujarnya.[]
========================
EDITOR: JUNAIDI MULIENG





