STAIN Meulaboh Akan Dirikan Pusat Studi Pancasila

oleh -54 views
STAIN Meulaboh Akan Dirikan Pusat Studi Pancasila
Kepala BIPI RI, Yudian Wahyudi bersama Ketua STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Inayatillah memperlihatkan naskah kerjasama antara dua lembaga tersebut, Sabtu, 13 November 2021, di aula kampus setempat. (BASAJAN.NET/MULIADI)

BASAJAN.NET, Meulaboh- Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh, rencananya akan mendirikan Pusat Studi Pancasila di kampus tersebut.

Hal itu sebagaimana disampaikan Ketua STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh Inayatillah, saat penandatangan kerjasama dengan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI, di aula kampus Alue Peunyareng, Meulaboh, Sabtu, 13 November 2021.

Inayatillah menyampaikan, sebagai perguruan tinggi keagamaan Islam Negeri di Barat-Selatan Aceh, STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh sudah sepatutnya berpartisipasi dan mendukung estafet perjuangan dalam memelihara kesatuan dan persatuan bangsa.

“Saat ini, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menginternalisasikan nilai-nilai Pancasila di tengah-tengah masyarakat,” ujarnya.

Karenanya, lanjut Inayatillah, dengan dukungan dari Kepala BPIP, serta semangat dan sinergi segenap warga STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, cita-cita untuk mendirikan Pusat Studi Pancasila akan dapat terwujud.

“Sehingga nantinya mampu menggali nilai-nilai Pancasila berbasis multikulturalisme dan kearifan lokal,” terangnya.

Inayatillah berharap, Pusat Studi Pancasila STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh nantinya dapat menjadi corong sosialisasi kebangsaan, menumbuh kembangkan tata nilai dan tata laku, ideologi Pancasila, toleransi serta teologi lingkungan.

Dapat Dukungan BPIP

Sementar itu, Kepala BPIP RI, Yudian Wahyudi, memberi dukungan penuh atas rencana STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh mendirikan pusat studi pancasila.

Yudian menyampaikan, keberadaan Pusat Studi Pancasila yang akan digagas STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh nantinya, akan memperkuat wawasan tentang nilai-nilai Pancasila dan kebangsaan di tengah ancaman SARA, serta ancaman radikalisme dan fundamentalisme beragama.

“Kami siap mendukung atas keinginan ini,” ucap Yudian dalam kuliah umumnya tentang menggali nilai-nilai Pancasila dari keteladanan pahlawan Aceh.

Menurut Yudian, ada tiga alasan mengapa nilai-nilai Pancasila harus dijaga. Pertama, Pancasila adalah revolusi yang menang. Kedua, Pancasila dapat pengakuan dari dunia internasional. Ketiga, Pancasila sebagai ijma atau konsensus merupakan hukum tertinggi yang mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kegiatan yang berlangsung secara tatap muka dan daring itu, dihadiri puluhan dosen dan mahasiswa. Pada kesempatan itu, juga dilakukan penandatanganan kerjasama antara Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Lhokseumawe dengan BPIP.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.