Situs Sejarah di Aceh Masih Sedikit yang Terawat

oleh -112 views
Batu nisan yang ditemukan di situs Singkel Lama. Foto: BASAJAN.NET/DOK.WANSA

BASAJAN.NET, Takengon- Menurut hasil identifikasi, situs sejarah dan budaya di Aceh masih sedikit yang terawat dan terpelihara dengan baik. Hal tersebut disampaikan oleh  Ketua Asosiasi Antropologi Indonesia (AAI) Provinsi Aceh, Bustami Abubakar, Jumat 13 Mei 2022.

Bustami yang juga dosen yang terlibat dalam kegiatan ekspedisi Program Studi Sejarah dan Kebudayaan Islam (SKI) Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry Banda Aceh menjelaskan, menurut UU No 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, situs-situs itu bukan hanya sekedar diidentifikasi, dipelihara, dan dirawat saja, tetapi juga bisa dimanfaatkan, baik oleh pemerintah maupun masyarakat.  

Menurutnya, pemanfaatan yang dimaksudkan dalam undang-undang tersebut yaitu bagaimana situs-situs sejarah dan budaya itu bisa menjadi objek wisata, terutama wisata sejarah, budaya, dan religi. 

“Jika ini yang terjadi tentu akan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat dan sekaligus peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” tambahnya.

Bustami menambahkan, melalui program ekspedisi tersebut pihaknya dapat melihat langsung bagaimana nasib situs-situs sejarah dan budaya yang ada di Tanoh Gayo dan Alas ini. Apakah pemerintah dan masyarakat setempat cukup peduli dan memanfaatkannya dengan baik atau mungkin situs-situs itu hanya menjadi benda kuno yang tak bernilai.

Kegiatan ekspedisi yang diikuti 12 dosen dan karyawan tersebut, sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Kali ini dilakukan di tiga kabupaten lintas tengah Aceh, yaitu Kabupaten Aceh Tengah, Gayo Lues dan Aceh Tenggara pada tanggal 11-14 Mei 2022.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.