Singkil Lama Jalur Rempah Abad 18

oleh -208 views
Singkil Lama Jalur Rempah Abad 18
Tim peneliti dari Yayasan Warisan Aceh Nusantara (WANSA) dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Dalam rangka mendukung pembuktian sejarah Singkel Lama (Singkil Lama), WANSA bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh menurunkan arkeolog, antropolog dan sejarawan untuk menelusuri keberadaan situs Singkel lama beberapa waktu lalu. (BASAJAN.NET/DOK.WANSA).

BASAJAN.NET, Singkil- Tim peneliti dari Yayasan Warisan Aceh Nusantara (WANSA) menyebutkan, Singkil Lama merupakan kawasan bandar pelabuhan penting pada abad ke 18 hingga 20 M. Hal itu berdasarkan sejumlah bukti yang ditemukan baru-baru ini.

Dalam rangka mendukung pembuktian sejarah Singkel Lama (Singkil Lama), WANSA bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh menurunkan arkeolog, antropolog dan sejarawan untuk menelusuri keberadaan situs Singkel lama.

Tim peneliti tersebut diketuai oleh Husaini Ibrahim, Arkeolog dari Universitas Syiah Kuala. Didampingi Antropolog dari STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Muhajir Al-Fairusy bersama sejumlah arkeolog Aceh dari BPCB, seperti Dedy Satria, Ambo Aziz, Dahlia, Robi, Amir Husni, Zon Naidi, dan sejarawan Ahmad Zakiy dari WANSA.

Tim Peneliti situs Singkel Lama. Foto: BASAJAN.NET/DOK.WANSA
Temuan batu nisan di situs Singkel Lama. Foto: BASAJAN.NET/DOK.WANSA

“Singkel Lama telah lama menjadi perbincangan di kalangan sejarawan Aceh dan masyarakat Singkel, namun belum ada penelitian yang komprehensif,” ujar Antropolog STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Muhajir Al-Fairusy.

Muhajir mengatakan, kerja tim selama beberapa hari di lapangan berhasil menemukan sejumlah bukti kuat yang menunjukkan keberadaan Singkel Lama sebagai kawasan bandar pelabuhan penting pada abad 18 hingga 20 M.

Temuan tersebut seperti, situs, artefak, keramik, bekas struktur bangunan, hingga bekas pemukiman penduduk muslim yang mengembangkan tarekat Syattariah.

“Bukti-bukti itu menunjukkan Singkel Lama sebagai bandar dan kawasan sejarah penting pada masanya,” sebutnya.

Tidak hanya itu, lanjut Muhajir, tim peneliti juga menemukan beberapa rempah yang sempat diselamatkan warga, berupa damar, gaharu, dan minyak kapur. Selain itu, peta perkebunan damar juga terdapat di Singkel pada masa kolonial.

Tim Peneliti sedang mengecek tulisan pada batu nisan yang ditemukan di situs Singkel Lama. Foto: BASAJAN.NET/DOK.WANSA

Menurutnya, temuan itu kian menguatkan jika Singkel merupakan salah satu jalur rempah penting di kawasan Barat Selatan Aceh.

“Hubungan Singkel dengan Pulau Pinang juga diakui oleh beberapa warga melalui cerita turun temurun,” sambung Muhajir.

Ia menambahkan, salah satu temuan penting lainnya di kawasan Singkel Lama adalah makam Siti Ambiya. Nama Siti Ambiya sendiri telah lama diperbincangkan oleh masyarakat Singkel sebagai seorang srikandi dan tokoh perempuan yang mengajar agama sekaligus melawan kolonial Belanda.

“Kajian sejarah dan budaya di kawasan Barat Selatan Aceh perlu diperkuat, mengingat strategisnya kawasan ini menyimpan cerita dan khazanah peradaban Islam pada masanya,” tuturnya.

Penelusuran situs Singkel Lama. Foto: BASAJAN.NET/DOK.WANSA
Pemerintah Daerah Siap Dukung Ekskavasi Situs Singkel Lama

Temuan para peneliti ini telah dipaparkan kepada Pemerintah Daerah Aceh Singkil pada Selasa, 22 Maret 2022.  Bupati Aceh Singkil, Dulmusrid menyatakan komitmennya dalam mendukung ekskavasi situs Singkel Lama. Baik dalam bentuk pendanaan maupun kebijakan lain.

“Pemerintah Daerah dipastikan memberikan dukungan dana maupun bentuk lainnya, untuk melakukan penelitian lebih lanjut situs Singkil Lama,” kata Dulmusrid kepada awak media.

Cangkir, piring dan beberapa peninggalan lainnya yang ditemukan di kawasan situs Singkel Lama. Foto: BASAJAN.NET/DOK.WANSA

Menurut Dulmusrid perlu penelitian lebih lanjut, untuk mengungkap sejarah peradaban Singkil, tidak hanya di situs Singkel Lama, tetapi juga pada 116 desa lain di Aceh Singkil.

“Pusat perdagangan rempah di pelabuhan Singkel Lama, komoditinya, seperti kapur barus, bunga lawang, dan kayu damar, berasal dari pedalaman Singkil. Komoditi masih ada hingga saat ini,” sebutnya.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.