Sekolah Idola Orang Tua

oleh -528 views
IMG 6938
Nurdin Kepala MIN Drien Rampak

BASAJAN.NET, Meulaboh- “Nama drien, bukan berarti murid diajak memungut durian, tapi untuk belajar rajin, disiplin dan bertakwa kepada Allah SWT,” ujar lelaki paruh baya itu setengah bercanda.

“Awalnya sekolah ini digunakan sebagai PGAN Meulaboh,” sambungnya. PGAN merupakan singkatan dari Pendidikan Guru Agama Negeri.

Loading...

Namanya Nurdin, 49 tahun, perawakannya kecil, kulit sawo matang. Peci bordir khas Aceh selalu menghiasi kepalanya. Penampilannya selalu rapi dan necis. Gaya bicaranya ceplas ceplos. Suasana keakraban langsung terasa begitu bertemu dengannya. Guyonan acap kali keluar darinya tiap kali berbicara.

Saat ini ia dipercaya menjabat Kepala Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Negeri atau MIN Drien Rampak Kecamatan Johan Pahlawan, Meulaboh Aceh Barat. Masyarakat Aceh Barat lebih mengenalnya dengan sebutan MIN Drien Rampak, penyematan dari nama gampong tempat sekolah itu didirikan.

MIN Drein Rampak merupakan sekolah tingkat dasar di bawah naungan Kementerian Agama Republik Indonesia, berlokasi di jalan Sisingamangaraja Lorong Cot Lawang.

“Visi yang kita usung adalah unggul dalam pretasi, berdisiplin tinggi, berlandaskan budaya Aceh yang Islami,” ujar Nurdin.

Sekolah ini didirikan tahun 1969 di atas lahan seluas 28.724m². Madrasah ini dinegerikan tahun 1978, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor: 025/01/07/1978. Termasuk sekolah tertua di Aceh Barat.

Nurdin menjelaskan, sebelumnya MIN Drien Rampak sering disebut MIN latihan, karena digunakan sebagai ajang latihan mengajar PGAN Meulaboh. Setelah PGAN ditutup, namanya diubah menjadi MIN Drien Rampak. Saat ini jumlah siswa yang terdaftar di sekolah tersebut 1148 orang.

Mendengar kata madrasah, selintas hal terpikirkan adalah sekolah yang mengajarkan pendidikan agama saja, dengan sistem pengajarannya yang begitu ketat. Namun anggapan tersebut langsung terbantahkan bila melihat sistem pendidikan yang diterapkan di MIN Drien Rampak.

Selain mengajarkan pendidikan agama, sebagai pondasi dasar bagi para siswa, pihak sekolah juga memberlakukan pembelajaran tambahan setiap harinya.

Pembelajaran tambahan ini mencakup mata pelajaran Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, matematika, membaca Al-quran, hafalan doa sehari-hari, hafalan surah pendek, hadits-hadits Nabi dan khat kaligrafi. Selain itu, pihak sekolah juga memberlakukan kegiatan ekstra kurikuler, seperti kepramukaan dan kesenian seudati, tari meuseukat, tari ranup lampuan, rapai dan pencat silat.

Keberhasilan pendidikan MIN Drien Rampak tak terlepas dari kualitas para guru yang ada. Setiap guru dituntut untuk mengampu mata pelajaran sesuai dengan latar belakang pendidikan masing-masing. Saat ini MIN Drien Rampak memiliki 32 guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan 23 guru non PNS.

Sampai hari ini MIN Drien Rampak Meulaboh telah meraih berbagai prestasi bergengsi, baik tingkat maupun provinsi. Pencapaian ini tak terlepas dari kerja keras dan kreativitas para guru dalam membimbing anak didiknya agar unggul dalam tiap bidang pendidikan.

“Alahmdulillah berkat kerja keras dan kerja ikhlas semua pihak, sekolah ini telah menjadi salah satu madrasah unggul dan menjadi idola tiap orang tua di Aceh Barat,” ucap bapak penggemar kopi ini.

Hampir tiap tahun, sejak 2008 sampai sekarang, MIN Drien Rampak selalu memperoleh juara dalam perlombaan yang diikutinya. Pada tahun 2014, madrasah ini mendapat Juara 2 Lomba Cerdas Cermat tingkat SD/MI se-Kabupaten Aceh Barat dan Juara 1 Tenis Meja Putra Putri pada Olimpiade Olahraga Siswa Nasional tingkat Kabupaten Aceh Barat.

Tahun 2015, madrasah ini memperoleh Juara 1 Lomba Cerdas Cermat SD/MI se-Kabupaten Aceh Barat dan Juara 1 Lomba Qasidah Gambus tingkat anak-anak Disbudporpora Aceh Barat. Tahun 2016, Juara 1 MTQ tingkat MI/SD pada Maulid Rasulullah saw yang diselenggarakan PT. PLN (Persero) Sektor Pembangkit Nagan Raya 1437 H.

“Kami sangat bangga dengan prestasi yang diraih madrasah sampai hari ini, kemungkinan hal itulah yang memotivasi orangtua untuk menyekolahkan anaknya di sini,” ujar Nurdin dengan bahasa Indonesia yang aksen Acehnya begitu kentara.

Nurdin berharap, pemerintah selalu bersungguh-sungguh memperhatikan dan menjadikan Madrasah Ibtidaiyah sebagai lembaga pendidikan yang harus dibantu dan dimajukan.

“Madrasah ibtidaiyah adalah langkah utama pembentukan karakter anak-anak menjadi insan yang bermartabat dan mengayomi bangsa dan negara,” pungkasnya.[]

 

WARTAWAN: ISMAIL ARAFAH

EDITOR: JUNAIDI MULIENG

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *