Prodi Sosiologi UTU gelar Seminar Nasional

oleh -1.185 views
IMG 20191029 WA0179
Foto : BASAJAN.NET/ISTIMEWA

BASAJAN.Net, Meulaboh – Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Teuku Umar (FISIP UTU) menggelar seminar nasional Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan dan Pesisir Di Wilayah Aceh dan Indonesia di Aula Bappeda Aceh Barat, Selasa 29 Oktober 2019.

Pemateri seminar tersebut yakni dosen Universitas Muhammadiyah Malang, Vina Salviana dan pegiat Kewirausahaan Masyarakat Pesisir Syardani M. Syarief.

Loading...

Dekan FISIP UTU, Basri dalam sambutannya menyampaikan seminar tersebut merupakan mewujudkan suatu tujuan, visi misi Universitas Teuku Umar sebagai sumber inspirasi dan referensi berbasis Agro dan Marine Industry.

“Semoga kegiatan pada hari memperoleh titik temu untuk terus menggali serta mengembangkan potensi sumber daya alam mengingat situasi masyarakat Aceh dan Indonesia yang berada pada wilayah pedesaan dan pesisir,” ungkap Basri.

Sementara itu Prodi Sosiologi, Nurkhalis mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan demi mengasah kepekaan bersama betapa berpotensinya sumber daya alam pedesaan dan pesisir di Indonesia, termasuk kawasan Aceh Barat.

Menurutnya, selama ini potensi sumber daya pedesaan dan pesisir belum sepenuhnya diperhatikan oleh masyarakat.

“Melalui diskusi ilmiah dan berbagi pengalaman pemberdayaan masyarakat dari pemateri bisa kembali mendorong keinginan mengolah sumber daya di Aceh Barat,” tutur Nurkhalis.

Vina Salviana dalam materinya yang berjudul Pemberdayaan Masyarakat Partisipatif Integratif Berbasis Potensi Lokal memaparkan materi pengabdiannya yang fokus kepada masyarakat pedesaan, terdiri dari pemberdayaan pembuatan produk minyak Atsiri dari Bunga Kenanga (Seulanga) di kabupaten Blitar, pembuatan olahan rajut di kota Malang, serta memberdayakan olahan ikan bagi warga nelayan di kabupaten Pasuruan dan pemberdayaan desa wisata Adat Ngadas kabupaten Malang.

Sementara Syardani dalam materinya yang berjudul Budidaya Tiram Dengan Metode Sederhana menyampaikan, dominan belasan titik di Aceh memiliki potensi pemberdayaan Tiram ketimbang potensi industri kopi yang hanya berada pada empat titik lokasi, di antaranya, Aceh Tengah, Bener Meriah. []

 

EDITOR : RAHMAT TRISNAMAL

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *