PR Harus Mampu Sesuaikan Diri dengan Perkembangan Zaman

oleh -60 views
PR Harus Mampu Sesuaikan Diri dengan Perkembangan Zaman
Pembekalan Mahasiswa Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh, di kampus setempat, Senin, 18 Juli 2022. (BASAJAN.NET/ISTIMEWA).

BASAJAN.NET, Meulaboh- Praktisi Public Relation (PR) atau hubungan masyarakat (Humas) dituntut agar mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman, terlebih lagi di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat.

Jika dulu PR hanya mengandalkan surat kabar, televisi dan radio sebagai media informasi, namun sekarang semua orang dapat dengan mudah berbagi dan menerima informasi secara cepat.

Kondisi ini harus mampu diimbangi oleh PR untuk mengkampanyekan perusahaan/lembaga, jika tidak maka reputasi lembaga akan menurun, bahkan bisa hancur.

“Karena Humas adalah jantungnya perusahaan/lembaga,” ujar Inmas Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Barat, Rahmat Trisnamal.

Hal tersebut disampaikan Rahmat pada Pembekalan Mahasiswa Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh, di kampus setempat, Senin, 18 Juli 2022.

Rahmat menyebutkan, ada lima kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh seorang PR di era digital, yaitu keterampilan komunikasi, mengelola media sosial, riset, manajemen waktu dan kreativitas.

Ia menjelaskan, seorang PR harus cakap dalam melakukan komunikasi verbal, seperti presentasi, interview dan public speaking. Selain itu, PR juga harus lincah dalam berkomunikasi non-verbal, mulai dari membuat pers rilis, tulisan di web lembaga, editing dan juga tata bahasa.

Selanjutnya, PR di era digital juga harus mampu mengelola media sosial. Sebab keahlian mengelola media sosial menjadi nilai tambah bagi seorang PR untuk lebih mudah mengetahui bagaimana perilaku dan kebutuhan audiens.

Menurut data We Are Social, per Januari 2022, pengguna internet di Indonesia mencapai 205 juta pengguna dari 278 juta lebih jiwa penduduk Indonesia dan 191 juta pengguna Internet menggunakan media sosial.

“Jika dipersenkan, pengguna Internet di Indonesia mencapai 73 persen lebih dan 63 persen menggunakan media sosial,” jelasnya.

Alumni KPI STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh itu mengatakan, selain itu, PR juga harus memiliki keterampilan riset (penelitian), sebab penelitian yang menyeluruh dapat membantu dalam menentukan pendekatan yang paling efektif untuk melakukan kampanye tertentu sesuai dengan keinginan dari klien.

PR juga harus memiliki keterampilan manajemen waktu, sebab waktu yang efektif dapat mencapai tujuan dengan baik dan mampu mempertahankan tingkat kualitas yang diperlukan dalam pekerjaan. Selain itu, PR juga dituntut untuk mempunyai kreativitas.

“Kemampuan berpikir kreatif sangat penting untuk kampanye yang sukses,” sambungnya.

Selain memiliki keterampilan dasar, seorang Humas juga harus meningkatkan keterampilan secara teratur agar tetap kompetitif.

Dalam hal ini ada beberapa saran dalam meningkatkan keterampilan humas, yaitu pelajari keterampilan baru, waspadai tren industri, mencoba gaya tulisan yang berbeda, menetapkan tujuan pengembangan pribadi dan profesional, serta mempelajari lebih lanjut tentang fokus klien.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.