BASAJAN.NET, Meulaboh- Sejumlah pemuda di Kabupaten Aceh Barat yang tergabung dalam Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf Indonesia (MPTT-I), dibekali kemampuan publik speaking, Sabtu, 6 Maret 2021.
Kegiatan tersebut merupakan rangkaian acara dari pelatihan peningkatan kapasitas pemuda MPPT-I berlangsung 5-7 Maret 2021, di kompleks Yayasan Riyadhatussalihin, Ranto Panjang Timur Kecamatan Meurebo, Aceh Barat. Diikuti 25 laki-laki dan perempuan dari berbagai latar belakang pendidikan.
Selama tiga hari tiga malam, para peserta dibekali berbagai pengetahuan. Mulai dari materi perjuangan keorganisasian MPTT, tauhid tasawuf, kepemimpinan, pendidikan karakter, public speaking, hingga berpikir kritis dan penyelesaian masalah.
Ketua Umum PW MPTT-I Aceh, Tgk Kamaruzzaman mengatakan, Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf terus melahirkan kader penerus perjuangan.
“Seperti yang diamanahkan Abuya Syekh H Amran Waly Al- Khalidi, kapasitas kepemudaan dalam memperjuangkan ilmu tauhid sufi di Aceh dan Indonesia pada umumnya, harus terus ditingkatkan,” ujar Kamaruzzaman, saat membuka pelatihan pemuda MPTT-I, Jumat, 5 Maret 2021.
Ia berharap, pelatihan gelombang kedua itu benar-benar digunakan untuk menggali pengetahuan tentang diri dan tauhid tasawuf.
Kamaruzzaman menyampaikan, pelatihan tersebut merupakan hal positif untuk menggembleng pemuda dan pemudi MPTT dalam rangka menghadapi berbagai tantangan.
“Terutama dalam menggembleng akhlak untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” tekannya.
Karenanya Kamaruzzaman meminta, kegiatan serupa terus dikembangkan secara konsisten, sehingga mampu melahirkan pemuda dengan jiwa pemimpin seperti Teuku Umar dan Cut Nyak Dien.
Sementara itu, pemateri publik speaking, Junaidi yang tampil di hari kedua mengatakan, kesuksesan seseorang sangat ditentukan dari kemampuannya dalam berkomunikasi. Terlebih, di tengah-tengah perkembangan dan perubahan yang terjadi saat ini.
“Jika hari ini anda memiliki ide yang sangat cemerlang sekali pun, jika tidak mampu dikomunikasikan dengan baik, maka hal itu akan sia-sia,” terang dosen Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh itu.
Menurut Junaidi, kendala utama seseorang dalam berbicara di depan publik adalah rasa takut berlebih yang muncul dalam diri. Namun menurutnya, hal itu sebagai sesuatu yang wajar. Bahkan orang yang hebat sekali pun yang sering tampil di depan umum, pernah merasakan hal yang sama.
“Dengan latihan dan praktek secara terus menerus, maka semua ketakukan-ketakutan itu akan hilang dengan sendirinya,” ujarnya.
Selain itu, Junaidi menambahkan, untuk mengurangi rasa takut atau gugup ketika tampil di depan umum, harus dibiasakan membangun pikiran positif terhadap diri sendiri dan menguasai topik yang akan dibahas dengan baik.
“Hilangkan semua hal negatif tentang diri sendiri. Yakinlah, kalau anda akan mampu memukau audien dengan presentasi yang anda lakukan,” ucapnya penuh semangat.[]
WARTAWAN: EGA & NOZA
EDITOR: MELLYAN
