Musim Gadu Tiba, Pemerintah Siapkan Brigade Pompa Air

oleh -212 views

Aceh Barat- Memasuki musim tanam gadu,Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, menyiapkan distribusi brigade pompa air kepada petani yang mulai menggarap sawah mereka.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Aceh Barat Safrizal mengatakan, kebiasaanya pada musim tanam gadu atau istilah musem “ruweung” (bahasa Aceh) kondisi lahan sawah kering, karena tidak ada pengairan.

“Kita sudah sosialisasikan kepada petani untuk segera turun sawah. Ini sudah memasuki musim tanam gadu, kita juga sudah siapkan brigade pompa air, saat masyarakat butuh mengaliri air ke sawah,” ujar Safrizal, sebagaimana dikutip kantor barita Antara, Selasa, 25 April 2017.

Musim tanam gadu adalah musim tanam yang tidak ada pengairannya dan mengandalkan air hujan atau tadah hujan. Musim tanam gadu ini dimulai pada April sampai Juli.

Safrizal menjelaskan, musim tanam gadu dimulai setelah berakhirnya musim tanam rendengan akhir Maret.

Untuk perkiraan panen musim gadu pada September 2017, sesuai Indek Pertanaman, dua kali dalam setahun. Pihaknya juga telah mensosialisasi agar semua masyarakat mengikuti kegiatan tanam serentak sesuai hasil musyawarah.

Jadwal turun sawah ditetapkan berdasarkan kesepakatan bersama antara petani dengan dinas, penyuluh dan TNI di 12 kecamatan, sesuai tradisi masyarakat lokal.

“Jadwal musim tanam juga telah ditentukan sesuai perhitungan. Di Aceh Barat, biasanya kalau pun pada April diprediksi kemarau, tapi disela itu juga ada hujan,” katanya.

Tradisi masyarakat Aceh Barat, biasanya bila musim gadu tiba, petani sering memanfaatkan waktu tersebut untuk menanam pala wija. Seperti kacang tanah, jagung dan kacang kedelai di area sawah, sambil menanti musim penghujan.

Namun hal tersebut sudah jarang dilakukan, karena prediksi prakiraan cuaca terkadang meleset. Sehingga pala wija yang sedang tumbuh terendam air, karena intensitas curah hujan tinggi, meski masih di musim kemarau.

Beberapa kawasan yang sudah mulai menggarap sawah yaitu Blang Beurandang, Pasie Jambu, Marek, serta beberapa kawasan area pesawahan di Kecamatan Kaway XVI, Meureubo dan Johan Pahlawan.[]

Sumber: Antara

Editor: Junaidi Mulieng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *