Kemenag Aceh Besar Latih Kompetensi Tenaga Perpustakaan Sekolah

oleh -96 views
Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Besar melatih kompetensi tenaga perpustakaan sekolah dan madrasah, Kamis 17 Maret 2022. (BASAJAN.NET/ISTIMEWA)

BASAJAN.NET, Banda Aceh- Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Besar melatih kompetensi tenaga perpustakaan sekolah dan madrasah. 

Kegiatan kerjasama dengan Prodi Ilmu Perpustakaan UIN Ar-Raniry Banda Aceh dan PD Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) Aceh tersebut berlangsung hingga 20 Maret 2022 di di Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Aceh Besar, Suryadi menjelaskan kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pengelola perpustakaan, sehingga mampu memberikan layanan yang terbaik dan berkualitas kepada pengunjung perpustakaan.

Ia menyebutkan, kegiatan bimbingan teknis tersebut diikuti oleh 25 pengelola perpustakaan sekolah dan madrasah di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Besar.

Sementara itu, Ketua Prodi Ilmu Perpustakaan FAH UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Nurhayati Ali Hasan mengatakan, menjadi tenaga perpustakaan sekolah atau madrasah harus memenuhi standar yang telah ditetapkan pemerintah yang diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) No 25 tahun 2008 tentang standar tenaga perpustakaan sekolah/madrasah.

Dalam aturan tersebut, tenaga perpustakaan di sekolah/madrasah harus memenuhi empat kompetensi, yaitu mengembangkan koleksi perpustakaan/madrasah, melakukan pengorganisasian informasi, memberikan jasa dan sumber informasi dan menerapkan teknologi informasi dan komunikasi.

Nurhayati menegaskan bahwa perpustakaan sekolah/madrasah hendaknya dikelola oleh tenaga-tenaga terampil yang memiliki kualifikasi dan kompetensi dalam hal pengelolaan perpustakaan.

Selain itu, sebagai wujud pengabdian profesi dalam mendukung kepustakawanannya, pustakawan dan tenaga perpustakaan dituntut selalu mengembangkan keilmuannya berdasarkan kebutuhan masyarakat yang setiap saat berubah dan berkembang mengikuti perkembangan zaman.

Menurut Nurhayati, saat ini image perpustakaan di negeri ini masih buruk, banyak yang beranggapan bahwa perpustakaan merupakan tempat yang membosankan yang hanya dipenuhi tumpukan-tumpukan buku dan ruangan yang sempit dan sepi.

Walaupun demikian Nurhayati berpesan, pengelola perpustakaan harus bersinergi dan memberi kontribusi positif terhadap peningkatan mutu pembelajaran di sekolah, karena perpustakaan merupakan salah satu faktor penentu mutu sekolah.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.