KEK Surin Harus Ulang Kejayaan Bandar Susoh

oleh -63 views
KEK Surin Harus Ulang Kejayaan Bandar Susoh
Ilustrasi: Pelabuhan Susoh, Aceh Barat Daya. (Sumber: BeritaTrans.com).

BASAJAN.NET, Blangpidie- Pj Bupati Aceh Barat Daya, Darmansyah menyampaikan, keberadaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Barat Selatan di Teluk Surin, harus mampu mengulang kembali kejayaan perdagangan Bandar Susoh.

“Dulu Bandar Susoh sudah eksis dalam perdagangan lada di abad 17-18, semoga kelak kejayaan itu kembali terulang,” ujar Darmansyah.

Hal itu ia sampaikan kala membuka seminar “Eksistensi Bandar Susoh Dalam Perdagangan Lada di pantai Barat-Selatan Aceh,” di Aula Teungku Di Kila Bappeda setempat Minggu, 6 November 2021.

Seminar yang digelar Pemerintah Aceh Barat Daya (Abdya), bekerja sama dengan Aceh Culture and Education tersebut, dalam rangka peringatan hari jadi ke-356 M Bandar Susoh.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Aceh Culture and Education, Aris Faisal Djamin menyampaikan, seminar tersebut merupakan langkah awal dari hasil-hasil penelitian sejarah yang dilakukan pihaknya di Abdya.

Aris Faisal menuturkan, Susoh yang pernah berjaya dimasa lalu melalui jalur perdagangan dan ekspor lada, harus menjadi bahan pembanding dimasa sekarang.

Menurutnya, 356 tahun silam, Susoh telah didiami oleh berbagai suku. Mulai dari kedatangan perantau dari Minang setelah Traktat Painan 1663, hingga masuknya pendatang dari Aceh Besar dan Pidie, telah menjadikan Susoh sebagai daerah yang multikultural dan terbuka.

Sementara itu, Antropolog Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh, Aceh Barat, Muhajir Al Fairusy yang tampil sebagai pemateri pada kegiatan tersebut mengatakan, Susoh sudah memperlihatkan eksistensinya dari abad 17 hingga 19.

Menurutnya, Bandar Susoh dan negeri-negeri di sepanjang pantai Barat-Selatan Aceh, di masa lalu memiliki peranan sangat besar dalam dinamika sejarah Kesultanan Aceh Darussalam.

Muhajir berharap, momentum Hari Jadi Bandar Susoh, harus menjadi sebuah gebrakkan dalam berbagai aspek, terutama yang berkaitan dengan nilai-nilai sejarah kedaerahan. Seperti perlindungan cagar budaya, mengangkat nilai adat dan keluhuran, serta penyelamatan situs cagar budaya yang hampir hilang.

“Keberhasilan yang sudah dicapai, harus menjadi acuan untuk memajukan Aceh Barat Daya ke depan,” tekannya. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.