IPELMAJA Harus Jadi Pelopor Kemajuan di Era 4.0

oleh -942 views
04a879ee 25b5 43e4 933d 59f1df7ad5fb2
Said Fadhlain. FOTO: BASAJAN.NET/ISTIMEWA

BASAJAN.NET, Meulaboh- Dosen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Teuku Umar, Said Fadhlain mengajak generasi muda Aceh Jaya untuk berkoloborasi dalam pengembangan skill kompetitif di era disrupsi industri 4.0.

“Industri 4.0 tak hanya memberikan perubahan dalam penggunaan teknologi, namun juga sikap dan pola pikir,” ujar Said Fadhlain, pada seminar peningkatan sumber daya manusia di era revolusi industri 4.0.

Loading...

Seminar tersebut diadakan Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Aceh Jaya (IPELMAJA), Meulaboh di Aula P2A Setdakab Aceh Barat, Sabtu, 12 Oktober 2019. Diikuti delapan puluhan peserta dari kalangan pemuda dan mahasiswa.

Said Fadhlain menyampaikan, untuk mampu kompetitif di era saat ini, para pemuda dituntut untuk memiliki berbagai kecakapan skill yang dibutuhkan dunia kerja. Telah banyak hasil penelitian yang menunjukkan bagaimana perusahaan-perusahaan besar akhirnya bangkrut  karena kalah saing. 

Selain itu, pemutusan kontrak tenaga kerja juga terjadi secara besar-besaran, karena dianggap tidak kompeten dengan kebutuhan dan kondisi saat ini.

“Hal ini tentunya ikut mempengaruhi  pembangunan ekonomi level nasional, hingga pemerintahan di tingkat kabupaten,” ungkapnya.

Said Fadhlain mengatakan, sebagai tri agen dalam dinamika pembangunan, IPELMAJA harus mampu menjadi pelopor di bidang sosial, moral dan perubahan berkemajuan. 

“Generasi muda Aceh Jaya harus senantiasa bersemangat, kritis, kreatif, inovatif, madiri dan berpihak. Sehingga, menjadi garda terdepan dalam membawa Aceh Jaya gemilang di era revolusi 4.0,” pesannya.

Sebagai langkah awal, lanjut Said, IPELMAJA dapat melakukan kolaborasi dan bermitra, seraya membumikan program yang bersifat skill kompetitif, khususnya soft skill, dengan melibatkan stake holder, pemerintah dan swasta. 

Menurutnya, untuk membangun pemuda berkarakter dibutuhkan kolaborasi antar sektor. Bukan berkompetisi, apalagi saling curiga dengan sesama. Program-program yang dijalankan bukan hanya sebatas marcu suar, tanpa pijakan.

“Orientasi yang dijalankan senantiasa dalam penguatan skill individu yang mampu beradaptasi dengan teknologi informasi, dilandasi potensi lokal menuju global,” tutup dosen senior Ilmu Komunikasi Fisip UTU itu.

Sementara itu, Ketua IPELMAJA Meulaboh, Wahyudin  mengatakan, seminar peningkatan sumber daya manusia era revolusi 4.0 tersebut hasil kolaborasi IPELMAJA Meulaboh dengan Bagian Kesra Pemkab Aceh Jaya.

Kegiatan yang dibuka Asisten I Bidang Pemerintahan, Keistimewaan Aceh, Kesejahteraan Aceh, Ichwan ini menghadirkan pemateri dari kalangan akademisi, yaitu  Syamsuar Basyariah, dari STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh dan Said Fadhlain, dari Fisip UTU.[]

 

EDITOR: JUNAIDI MULIENG

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *