Ini Penyebab Diabetes Mellitus

oleh -277 views

Penulis: Rizand*

Diabetes merupakan salah satu penyakit yang tidak mengenal gender, umur maupun status sosial. Tiap tahunnya jumlah penderita diabetes terus meningkat. Namun penderita tak sadar dirinya terkena penyakit ini.

Pada mengkonsumsi makanan, tubuh memecah makanan menjadi glukosa (gula) dan mengirimkannya ke dalam darah. Insulin (hormon yang bertugas menjaga kadar gula dalam darah tetap normal), membantu memindahkan glukosa dari darah ke sel. Glukosa digunakan sebagai bahan bakar untuk energi segera atau disimpan untuk digunakan nanti. Pada penderita diabetes, masalah terjadi pada insulin yang menyebabkan tingginya kadar glukosa/gula darah (hiperglikemia). Terdapat beberapa tipe diabetes: DM tipe 1, DM tipe 2 dan DM gestational (terjadi saat hamil).

Dari beberapa jenis diabetes, secara umum yang paling banyak ditemui di masyarakat adalah DM tipe 2. Pada diabetes tipe ini, tubuh tidak menggunakan insulin dengan baik. Hal ini disebut resistensi insulin, dimana pada awalnya pankreas (kelenjar yang memproduksi hormon insulin) membuat insulin ekstra untuk menebusnya. Namun seiring waktu, pankreas tidak cukup kuat untuk terus membuat insulin yang  menjaga kadar gula darah tetap normal.

Meski para ilmuan tak tahu pasti penyebab tunggal DM tipe 2 yang harus dikenali, namun ada beberapa faktor yang harus diperhatikan, yaitu pola makan tidak sehat dan obesitas, kurang aktivitas fisik, riwayat keluarga dan genetik, hipertensi dan kadar kolestrol tinggi.

Sumber: www.idf.org

Pola Makan Tidak Sehat dan Obesitas

Orang dengan obesitas, memiliki masukan kalori yang berlebih dan membuat lelah kelenjar pankreas, sehingga tidak mampu untuk memproduksi insulin yang cukup untuk mengimbangi kelebihan masukan kalori. Hal ini dapat disebabkan karena pola makan tidak sehat, seperti makan berlebihan, melewatkan makan pagi, makan tidak teratur, konsumsi makanan cepat saji (junk food,minuman bersoda/kemasan) dan konsumsi makanan manis berlebihan.

Obesitas dapat diketahui dengan mengukur IMT (indeks massa tubuh) dan lingkar perut. Ada beberapa cara untuk mengukur IMT, pertama nilai IMT diperoleh dari pengukuran berat badan dan tinggi badan. Jika nilai IMT >23, maka dikategorikan dengan resiko obesitas.  Kedua, dengan mengetahui lingkar perut. Jika lingkar perut pada pria >90 cm dan pada wanita >80 cm. Orang yang obesitas memiliki risiko 2,7 kali lebih besar terserang DM Tipe 2, dibanding yang tidak obesitas.

Kurang Aktivitas Fisik

Aktivitas fisik adalah setiap gerakan tubuh dengan tujuan meningkatkan dan mengeluarkan tenaga dan energi. Misal olahraga dan aktivitas sehari-hari yang membutuhkan bergerak. Pada saat tubuh melakukan aktivitas fisik, maka insulin semakin meningkat untuk mengubah glukosa menjadi energi sehingga kadar gula dalam darah akan berkurang.

Pada orang yang jarang melakukan aktivitas fisik, zat makanan yang masuk ke dalam tubuh tidak dibakar, tetapi ditimbun sebagai lemak dan gula. Jika insulin tidak mencukupi untuk mengubah glukosa menjadi energi, maka akan timbul DM. Orang yang aktivitas fisik rendah, memiliki risiko 4,36 kali lebih besar untuk menderita DM Tipe 2, dibanding orang dengan aktivitas fisik tinggi.

Riwayat Keluarga dan Genetik

Orang yang memiliki riwayat keluarga DM, memiliki risiko 3 kali lebih besar untuk terserang DM, dibanding dengan orang yang tidak memiliki riwayat keluarga DM. Risiko seorang anak mendapat DM Tipe 2 adalah 15 persen, bila salah satu orang tuanya menderita DM. Jika kedua orang tua memiliki DM, maka risiko anak menderita DM adalah 75 persen. Seorang ibu yang memiliki riwayat DM, beresiko “mewariskan” kepada anaknya  10-30 persen lebih besar, disbanding seorang ayah yang memiliki riwayat DM. Hal ini dikarenakan, penurunan gen sewaktu dalam kandungan lebih besar dari ibu. Meski begitu, DM bukanlah penyakit genetik. Hal ini lebih disebabkan pola hidup tidak sehat dalam satu keluarga yang turun temurun, sehingga resiko pada anak meningkat jika orangtuanya mengalami DM. Faktor lainnya, mutasi gen. Dalam beberapa kasus, menyebabkan kekacauan metabolisme berujung pada timbulnya DM Tipe 2.

Kadar Kolestrol Tinggi

Kadar kolesterol tinggi menyebabkan meningkatnya asam lemak bebas (free fatty acid), sehingga terjadi kerusakan pankreas yang akhirnya mengakibatkan DM Tipe 2. Kadar kolesterol normal adalah ≤190 mm/Dl. Orang dengan kolesterol tinggi memiliki risiko 13,45 kali untuk menderita DM Tipe 2, dibandingkan yang kadar kolesterolnya normal.

Hipertensi

Seseorang dikatakan hipertensi jika tekanan sistolik ≥140 mmHg atau tekanan diastolik ≥91 mmHg. Hipertensi akan menyebabkan gangguan Toleransi Glukosa Terganggu (TGT) yang mengakibatkan kerusakan pankreas, sehingga menyebabkan DM Tipe 2. Orang yang hipertensi memiliki risiko 4,29 kali terkena DM Tipe 2, dibandingkan dengan orang yang tidak hipertensi.

Sebagai langkah deteksi dini, para pembaca dapat mengikuti test singkat melalui http://www.diabetes.org/are-you-at-risk/diabetes-risk-test/ atau http://www.idf.org/about-diabetes/what-is-diabetes.html. Dua situs ini akan sangat membantu untuk mengetahui faktor resiko DM tipe 2 yang dimiliki.

Untuk menghindari resiko DM 2, langkah kecil yang dapat dilakukan adalah dengan mengubah gaya hidup, seperti pola makan, olahraga dan aktivitas sehari-hari.

 

*( Penulis adalah Candidate in Medical Surgical Nursing Faculty of Nursing Universitas Indonesia dan memiliki ketertarikan intens terkait Diabetes Melitus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *