Hardiknas Momentum Guru Bangsa

oleh -194 views

Basajan.net- Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tidak hanya sebagai penghargaan atas perjuangan Bapak Pendidikan Indonesia, Ki Hadjar Dewantara.

Peringatan hari kelahiran pendiri Sekolah Taman Siswa tersebut sekaligus untuk mengingatkan masyarakat mengenai kedudukan guru dalam kehidupan bangsa.

Apalagi, guru acap kali hanya dianggap sebagai orang yang mengajarkan pengetahuan dan keterampilan kepada para siswa di sekolah.

Tahun ini, Direktorat Sejarah Ditjen Kebudayaan menyelenggarakan kegiatan Hardiknas bertemakan Merayakan guru bangsa: Guru mulia karena karya. “Peran guru seakan dibatasi itu (mengajar), padahal ada tugas dan peran sosial yang tak kalah penting di lingkungan sosial,” ujarnya, sebagaimana di kutip Media Indonesia, Selasa, 2 Mei 2017.

Ia menekankan, sejatinya di dalam diri setiap guru ada kekuatan yang merupakan wujud kebudayaan nasional. Sebagaimana perjuangan Ki Hadjar Dewantara di zaman kolonial, sosok guru yang mengabdi di daerah terluar, tertinggal dan terdepan (3T), seakan tak pernah lelah menghadapi situasi di tengah minimnya fasilitas sarana prasarana pendidikan.

Karena itu, Hilmar menilai perlu menaikkan derajat para guru di lingkungan masyarakat dengan memperkuat kebudayaan yang hadir dalam pendidikan.

Ia juga berharap, guru dapat menjadi penentu keberhasilan dari setiap kebijakan maupun program yang telah dicanangkan pemerintah guna meningkatkan kualitas pendidikan di Tanah Air.

Ia mencontohkan kebijakan yang baru-baru itu dicetuskan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy tentang sekolah 8 jam atau dikenal fullday school. Pada pelaksanaannya, guru tidak hanya bertugas mengajar di kelas, tetapi juga membekali siswa pengetahuan, serta pemahaman budaya dengan sesekali mengunjungi museum.

“Ini yang diterjemahkan Pak Menteri. Jadi, bukan mata pelajarannya ditambah, melainkan memberikan ruang mengajarkan siswa soal kebudayaan,” tukasnya.

Meskipun begitu, Hilmar mengakui tidak semua sekolah bisa memfasilitasi kegiatan tersebut. Untuk merealisasikan hal itu, pemerintah akan membantu, antara lain termasuk menyediakan guru seni yang notabene tidak mesti lulusan kesenian, tetapi bisa dari kalangan seniman yang dianggap telah memiliki kemampuan serta pemahaman lebih tentang seni dan budaya.

Di kesempatan yang sama, Direktur Sejarah Ditjen Kebudayaan Kemendikbud Triana Wulandari mengungkapkan terkait dengan Hardiknas, pemerintah juga akan memberikan apresiasi kepada guru-guru yang tidak sekadar berprestasi, tetapi juga yang berdedikasi.

Dengan begitu, diharapkan dapat menginspirasi banyak orang, terutama para guru lainnya, serta para pendidik dan generasi muda untuk lebih berkarya. “Sesuai tema kita, Guru mulia karena karya, dengan memberikan sumbangsih pemikiran seperti yang telah dicontohkan dan dicita-citakan Ki Hadjar Dewantara. Tidak hanya guru, tapi juga siswa di daerah 3T,” ucapnya.

Selain itu, banyak rangkaian kegiatan perayaan Hardiknas lainnya, seperti talk show inspiratif yang akan langsung mendatangkan generasi penerus atau cucu-cucu Bapak Pendidikan Nasional tersebut untuk berbagi cerita.[]

Sumber: mediaindonesia.com

Editor: Junaidi Mulieng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *