Guru PAI Aceh Barat Dapat Pembinaan Kompetensi

oleh -70 views
Guru PAI Aceh Barat sedang mengikuti pembinaan peningkatan kompetensi, Kamis 9 Desember 2021. (BASAJAN.NET/RAHMAT TRISNAMAL)

BASAJAN.NET, Meulaboh- Sejumlah guru pendidikan agama Islam (PAI) di Kabupaten Aceh Barat mendapatkan pembinaan kompetensi, Rabu, 8 Desember 2021.

Kegiatan yang berlangsung di aula Yayasan Al-Azhar Meulaboh itu, diikuti 40 guru PAI jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas/kejuruan (SMA/SMK) dan pengawas PAI.

Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Aceh Barat, Khairul Azhar mengatakan, pembinaan tersebut sebagai upaya peningkatan wawasan, kompetensi dan mutu guru pendidikan agama Islam (PAI) di daerah itu.

“Agar berdaya guna dan kompetitif dalam meningkatkan mutu pendidikan di sekolah,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Aceh Barat, Khairul Azhar mengatakan, pembinaan tersebut merupakan langkah untuk memperbaiki pendidikan agama Islam di Aceh Barat.

Khairul menjelaskan, saat ini seorang guru tidak hanya berperan memperbaiki kognitif saja, namun juga dituntut untuk memperbaiki sikap dan akhlak peserta didik, dengan mengubah pola pengajaran yang lebih menarik dan sesuai dengan perkembangan zaman.

“Kita tidak lagi dituntut kerja, namun dituntut untuk berkinerja,” sambungnya.

Ia menambahkan, munculnya COVID-19, siswa dan guru dituntut untuk menguasai teknologi informasi dengan belajar menggunakan gadget. Hal tersebut tentu menjadi tantangan guru PAI untuk mengawasi siswa agar terhindar dari dampak negatif.

Menurut data yang dirilis Kominfo, lebih dua ribu kasus di media sosial merupakan berita hoaks, bahkan per Juli 2021, lebih dari satu juta kasus pornografi.

Khairul mengajak, semua pihak, terutama guru PAI untuk peduli terhadap apa yang terjadi pada media sosial.

“Jika orang-orang mengeluarkan konten SARA, maka kita harus melawan konten tersebut dengan konten positif,” tambahnya.

Selain itu, guru pendidikan agama Islam juga harus memfokuskan pada pemberantasan buta aksara membaca al-Quran.

“Terlebih lagi, saat ini masih banyak masyarakat Aceh yang tidak bisa membaca al-Quran,” sebutnya.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.