Guru Besar Amerika Kuliah Umum di UTU

oleh -272 views

Meulaboh – Guru Besar Universitas Rhode Island Amerika Serikat, Prof. Seth Macinko, Ph.D memberikan kuliah umum bertajuk “People, Forgotten Dimension : A Critical Review of Prevailing ‘expert’ Advice on Fisheries Policy (Masyarakat, Dimensi yang Terlupakan : Sebuah Tinjauan Kritis atas Saran Para Ahli terhadap Kebijakan Perikanan), di Aula Universitas Teuku Umar (UTU), Jumat 10 Maret 2017.

Seth Macinko saat memberikan materinya memaparkan, kebijakan laut terdiri dari berbagai cara untuk mengatur kegiatan manusia di laut atau yang mempengaruhi laut. Kebijakan beroperasi pada skala global melalui hukum Konvensi laut serta Regional antara bangsa dan tingkat zona ekonomi eksklusif dalam bangsa-bangsa.

“Bagi mahasiswa yang tertarik pada bagian  ini akan belajar tentang hukum internasional berkaitan dengan masalah-masalah pengelolaan laut. Yurisdiksi di zona seperti laut teritorial, zona ekonomi eksklusif, dan laut lepas, serta masalah yang ditimbulkan oleh zona pendekatan untuk laut menggunakan manajemen,” jelasnya.

Selain itu, disela pemaparan materinya, Seth juga menceritakan sedikit kisah hidupnya dalam pengelolaan perikanan, terutama di Alaska dan New England.

Seth mengungkapkan, bahwa dirinya pernah berhenti kuliah untuk menggeluti sejumlah pekerjaan yang berhubungan dengan perikanan dan kelautan. Seperti bekerja di kapal, menjadi nelayan, memancing hingga menjual ikan. Itu semua dilakukan Seth untuk mengetahui lebih dalam seputar perikanan dan kelautan. Namun setelah itu Seth kembali melanjutkan kuliahnya di Bidang Marine Affairs khususnya Fisheries Law and Management.

Acara tersebut turut dihadiri Wakil Rektor I UTU, Dr. Ir. Alfizar, DAA dan Civitas Akademika Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.

Ketua Jurusan Prodi Perikanan Syarifah Zuraida, S.Pi, M. Si menyampaikan, acara tersebut terlaksana berkat kerjasama FPIK UTU dengan Universitas Rhode Island Amerika Serikat.

Lebih lanjut, Syarifah mengatakan, selain kuliah umum juga akan ada peninjauan lapangan di Pantai Ujong Baroeh, Pelabuhan Bubon dan Pantai Kuala Bubon.

“Semoga mahasiswa bisa mendapatkan tambahan ilmu terkait kebijakan perikanan, baik dari segi hukum perikanan Indonesia maupun dari sudut pandang negara luar,” harapnya.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *