Sembuhkan Trauma Lewat Film

oleh -62 views
Anak-anak panti Asuhan SOS Children Village Meulaboh nonton bareng film "The Hisdom of Trauma", Sabtu 14 Agustus 2021. (BASAJAN.NET/RAHMAT TRISNAMAL)

BASAJAN.NET, Meulaboh –Malam itu, Sabtu 14 Agustus 2021. Rooftop basajan terlihat lebih ramai dari biasanya, Basajan mengadakan Nonton Bareng (Nobar) bersama puluhan anak-anak dari panti Asuhan SOS Children Village Meulaboh.

Hujan deras dan dinginnya malam tidak melunturkan semangat mereka untuk mengikuti kegiatan, tanpa dikomando, mereka memilih tempat duduk yang dirasa paling nyaman. Sebagian besar memilih lesehan, bersandar ke dinding, sebagian lagi duduk di kursi kecil di bagian belakang.

Gelap malam membuat pancaran sinar proyektor jelas terlihat. Malam ini mereka akan nonton dan diskusi film The Wisdom of Trauma dan We. Kegiatan tersebut terselenggara berkat kerjasama SOS Children Village dengan Basajan Creative School (BCS), yang bertujuan untuk meningkatkan kreativitas berpikir anak-anak di panti asuhan.

Setelah menikmati alur cerita yang berlatar belakang di Negara Amerika Serikat dan Indonesia, anak-anak panti dijelaskan tentang makna dari film tersebut seusai cerita berakhir. Diskusi berjalan dengan santai, sembari menikmati cemilan dan minuman yang tersedia.

Film trauma menjadi ketertarikan sendiri bagi Bahagia, salah satu peserta kegiatan Nobar. Ia mendapatkan banyak ilmu baru dari film tersebut, bagi Bahagia film ini sangat memotivasi hidupnya, terlebih ia juga pernah mengalami trauma dalam hidup.

“Keterbukaan kita dengan orang lain akan membuat rasa trauma kita berkurang, seperti yang diperlihatkan dalam film tersebut, ” Ujar mahasiswa Teknik Industri semester 3 itu.

Sama halnya dengan Bahagia, remaja cantik berkerudung abu-abu mengungkapkan rasa yang sama.

Misbah, yang juga ikut meramaikan kegiatan nobar mengaku sangat senang dengan kegiatan yang dibuat kali ini.

Film tersebut menggambarkan tentang sebuah kehidupan dan bagaimana cara kita menyikapi hidup.

Disisi lain Anisa Rahmi, juga banyak mendapatkan hal-hal positif untuk memotivasi hidupnya dari film yang ditonton.

“Semoga kegitan seperti ini berlanjut ke depannya,” harap Anisa.

Kepala sekolah Basajan Creative School (BCS), Junaidi Mulieng menjelaskan pesan moral dari film “The Wisdom of Trauma, Sabtu 14 Agustus 2021. (BASAJAN.NET/RAHMAT TRISNAMAL)

Kepala sekolah Basajan Creative School (BCS), Junaidi Mulieng menjelaskan film pertama yang di putar dengan judul The Wisdom of Trauma, ini mengisahkan tentang epidemi trauma di Amerika Serikat yang telah banyak merenggut nyawa anak muda di sana. Karena hal itu, diperlukan mental yang kuat pada diri setiap orang, agar mampu bangkit dari trauma masa lalu untuk menatap masa depan yang lebih cerah.

Film ini mengajarkan kepada anak-anak di Panti Asuhan tentang sebuah masalah yaitu trauma, ia tidak terlihat tapi bisa dirasakan dan memiliki kekuatan besar dalam mengendalikan kehidupan kita

“Cerita film tersebut memiliki talian yang erat dengan kondisi anak-anak di SOS dengan latar belakang persoalan yg berbeda-beda,” ujarnya.

Sedangkan film kedua, lanjutnya, mengisahkan tentang kasih sayang orang tua terhadap anaknya. Dimana antara ibu dan ayah terdapat cara yang berbeda dalam mengekspresikan cinta dan kasih sayang kepada anaknya. Kebanyakan ayah, terlihat canggung untuk menunjukkan perasaan kepada anaknya. Meski begitu, bukan berarti dia tak sayang. Justru dalam kecanggungan itu terdapat cinta yang luar biasa terhadap anak-anaknya.

Kedua film tersebut saling berkaitan. Dengan pola pengasuhan yang tepat, walau cara mengekspresikan kasih sayang setiap orang tua berbeda-beda, akan membentuk mental dan karakter anak. Begitu juga sebaliknya, anak yang tumbuh dalam keluarga bermasalah, maka akan meninggalkan trauma mendalam pada diri anak.

Junaidi menerangkan, kegiatan nonton bareng kali ini merupakan yang pertama dilakukan BCS dengan Panti Asuhan SOS Children Village Meulaboh. Namun, rencananya akan diadakan secara berseri, tiap minggunya.

Pembina SOS Children Village Meulaboh Iwan Doa Sampena memotivasi anak-anak usai menonton film, Sabtu 14 Agustus 2021. (BASAJAN.NET/RAHMAT TRISNAMAL)

Pembina SOS Children Village Meulaboh Iwan Doa Sampena, juga menjelaskan trauma bisa diraskan oleh siapa pun, tidak memandang usia, baik tua atau muda bisa merasakan trauma.

Trauma yang disebabkan oleh masa lalu akan sangat berbahaya ketika kita tidak bisa mengatasinya di masa sekarang.

ia melanjutkan, terdapat berbagai macam kekerasan yang dapat mengakibatkan seseorang merasakan trauma yaitu kekerasan verbal atau kekerasan yang dilakukan melalui perkataan yang membuat seseorang merasa tidak nyaman dan trauma.

Kemudian Kekerasan nonverbal yaitu kekerasan yang berasal dari tindakan atau ekspresi seseorang yang menimbulkan ketidaknyamanan, selanjutnya kekerasan fisik dan yang terakhir kekerasan psikis yang membebani seseorang melalui psikologi atau kejiwaan.

Seseorang yang merasa trauma, lambat laut akan merasakan kesendirian dan terus merasa tidak diperdulikan. Kondisi ini menjadi bahaya terhadap masa depan seseorang yang trauma jika tidak bisa melupakan masalahnya. Hal yang terburuk adalah bisa menimbulkan keinginan bunuh diri.

“Salah satu hal yg dilakukan adalah dengan berinteraksi dan keterbukaan dengn orang sekeliling kita, agar beban tersebut terbagi dan kita dapat melanjutkan hidup yang lebih baik,”

“Intinya jangan pernah merasa sendiri dan ditinggalkan,” tutup Iwan.[]

__________

WARTAWAN : MARIANI

EDITOR : MELLYAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.