Etika Jadi Indikator Keberhasilan Seseorang

oleh -57 views
Dosen Senior Ilmu Komunikasi UTU, Said Fadhlain saat menyampaikan materi pada SiMBa Prodi Ilmu Komunikasi FISIP UTU, Jumat 19 Agustus 2022. (BASAJAN.NET/ISTIMEWA)

BASAJAN.NET, Meulaboh- Keberhasilan tidak saja dilihat dari kuantitas tingkat pendidikannya, namun nilai keberhasilan berupa kualitas pengembangan dan penguatan etika dan kepemimpinan di dalam diri.

“Dua kata ini seolah ]sangat familiar untuk diucapkan, namun sangat sulit untuk diwujudkan,” kata Dosen Senior Ilmu Komunikasi Universitas Teuku Umar (UTU), Said Fadhlain.

Hal tersebut disampaikan Said Fadhlain saat menyampaikan materi pada kegiatan silaturahmi mahasiswa baru (SiMBa) Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UTU di Gedung Integratif kampus setempat, Jumat 19 Agustus 2022.

Said Fadhlain menjelaskan, etika merupakan disiplin ilmu yang berperan sebagai pedoman dalam mengontrol tingkah laku atau perilaku manusia. Seperti, baik dan buruknya perilaku, hak dan kewajiban moral, azas atau nilai-nilai yang berkaitan dengan akhlak, nilai benar atau salahnya perbuatan dan perilaku yang dianut masyarakat. 

Secara khusus, etika juga sebagai dasar dalam pembentukan karakter mahasiswa yang baik. Sebab, kelak mahasiswa akan menjalani berbagai peranan, baik sebagai dosen, pemimpin keluarga, pemimpin masyarakat maupun profesional dibidangnya. Oleh karenanya, insan akademis yang menempatkan dirinya sebagai mahasiswa baru, harus mampu menerapkan etika dengan baik dalam ber­sikap dan berperilaku, serta berkomunikasi. 

Dalam ilmu etika dan filsafat komunikasi, aristoteles mengemukakan trilogy retorika, yaitu ethos, pathos serta logos. Seorang yang terdidik dalam lingkungan etika filsafat komunikasi, memiliki ungkapan yang sangat berharga, yaitu dalam berkomunikasi mengedepankan memenangkan hati lawan bicaranya, dengan siapapun, dimanapun dan kapanpun.

Said menjelaskan, etika mahasiswa merupakan kelangsungan yang telah diperoleh di lingkungan pendidikan sekolah menengah, bahkan apa yang telah dimiliki sejak usia balita, anak-anak, remaja hingga dewasa. Artinya etika sebagai nilai moralitas, bersenyawa dengan nilai-nilai yang didapat dibangku sekolah hingga perguruan tinggi. 

Salah satu pilar terpenting adalah tumbuhnya sumber daya manusia yang tidak saja memiliki hard skill, tetapi juga soft skill untuk terwujudnya generasi peradaban gemilang suatu masyarakat, bangsa dan negara.

Said menyampaikan, sebagai insan akademis, mahasiswa memiliki tanggung jawab ilmiah, seperti berfikir berlandaskan kebenaran, ra­sional, objektif dan kritis, serta apa yang terdapat dalam panduan etika akademik kampus. 

Etika bukanlah hafalan dan himbauan semata, tetapi sebagai smart emotional intelligence, tentang bersikap dan bertingkah laku, berkomunikasi, memberikan keteladanan yang baik, dimulai dari diri sendiri, pada akhirnya terkonvergensi yaitu bersama-sama meneladani satu sama lainnya.

Sementara itu, Ketua Prodi Ilmu Komunikasi UTU, Anhar Fajri mengatakan, silaturahmi mahasiswa baru (SiMBa) yang diikuti oleh 123 mahasiswa tersebut merupakan pengenalan yang berkaitan dengan soft skill dan hard skill dan sebagai penguat organisasi mahasiswa.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.