Alumni Prodi KPI Tersebar di Berbagai Sektor Pekerjaan

oleh -125 views
Ketua DPP ASKOPIS, Zamroni saat mengisi Seminar Nasional Review Kurikulum Prodi KPI STAIN Meulaboh, Jumat 7 Juni 2024 (BASAJAN.NET/HARIS MUNAWAR)

BASAJAN.NET, Meulaboh- Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) Asosiasi Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (ASKOPIS), Mohammad Zamroni mengatakan, saat ini alumni prodi komunikasi dan penyiaran Islam (KPI) telah tersebar di berbagai sektor pekerjaan, baik media, pemerintahan, politik maupun di sektor pekerjaan lainnya.

“Tidak sulit mencari alumni KPI di media, begitupun di pemerintahan,” ungkap Zamroni yang juga sebagai dosen prodi KPI di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Hal itu diungkapkan Zamroni pada Seminar Nasional Review Kurikulum Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh di aula Gedung Pendidikan Terintegrasi kampus setempat, Jumat 7 Juni 2024.

Menurut Zamroni, prodi KPI tidak kalah saing dengan prodi ilmu komunikasi umum. Bahkan, keunggulan prodi KPI juga dapat menyeimbangi keilmuan pada prodi komunikasi umum.

Namun Zamroni menyayangkan, berdasarkan laporan alumni KPI, gelar lulusan masih menjadi kendala dalam melamar sebagai calon pegawai negeri sipil (CPNS) di beberapa instansi. Padahal serapan keilmuannya sama dengan ilmu komunikasi umum.

Oleh kerenanya ASKOPIS terus memperjuangkan perubahan gelar dari sarjana sosial menjadi sarjana ilmu komunikasi, dan juga perubahan nama prodi komunikasi dan penyiaran Islam menjadi prodi ilmu komunikasi Islam.

“Kita telah menyusun draf usulan revisi PMA, tinggal menunggu tanda tangan Menteri Agama,” tambahnya.

Prodi KPI Harus Ciptakan Branding

Zamroni juga berpesan kepada prodi KPI STAIN Meulaboh untuk terus menyempurnakan kurikulum dan peningkatan keunggulan program studi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

“Ciptakan branding prodi yang tidak dimiliki oleh prodi KPI lainnya,” kata Zamroni.

Ketua DPP ASKOPIS, Zamroni foto bersama Ketua STAIN Meulaboh, Syamsuar dan peserta Seminar Nasional, Jumat 7 Juni 2024. (BASAJAN.NET/HARIS MUNAWAR)

Selain itu, lembaga juga harus beradaptasi untuk meningkatkan kualitas lulusan agar dapat diterima oleh masyarakat, baik dari sisi lapangan pekerjaan maupun sosial masyarakat.

Ia menyampaikan, agar terakreditasi unggul, prodi KPI harus melalui proses menyeluruh dari berbagai aspek, seperti kualitas kurikulum, kompetensi dosen, fasilitas pembelajaran, penelitian serta pengabdian kepada masyarakat.

Sementara itu, Ketua STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Syamsuar mengatakan, review kurikulum menjadi awal yang baik bagi prodi KPI untuk mencetak lulusan terbaik yang mampu bersaing di dunia pekerjaan.

“Terus upayakan untuk meningkatkan kualitas prodi,” pesannya.[]

————————

Penulis: Oka Rahmadiyah

Editor: Rahmat Trisnamal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.