Aceh-Sumut Resmi Daftar Tuan Rumah PON

oleh -245 views
Ketua Umum KONI Aceh Muzakir Manaf (pertama dari kiri), didampingi Sekda Aceh Dermawan menyerahkan berkas pendaftaran Aceh-Sumut sebagai tuan rumah PON XXI tahun 2024 kepada Wakil Ketua Umum KONI Pusat, Suwarno di Jakarta, Rabu 29 November 2017. Basajan.net/Kahar

Jakarta– Provinsi Aceh dan Sumatera (Sumut) secara resmi mendaftarkan diri sebagai tuan rumah bersama Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI tahun 2024 ke kantor Komite Nasional Olahraga Indonesia (KONI) Pusat di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Rabu 29 November 2017.

Rombongan Aceh-Sumut disambut langsung oleh Wakil Ketua Umum KONI Pusat, Suwarno yang didampingi oleh Wakil Ketua Umum IV K. Inugroho dan sejumlah pengurus lainnya.

Dari KONI Aceh, hadir Ketua Umum Muzakir Manaf, Ketua Harian Kamaruddin Abu Bakar, Sekretaris Umum M. Nasir MPA, para wakil Ketua yaitu, T. Rayuan Sukma, Bachtiar Hasan, Musa Bintang, Faisal Saifuddin serta Bendahara Umum Kennedi Husen dan sejumlah pengurus KONI Aceh lainnya.

Mewakili Pemerintah Aceh, hadir Sekretaris Daerah (Sekda) Dermawan, dan Kadispora Musri Idris. Turut hadir pula Ketua DPRA Teungku Muharrudin, Ketua Fraksi Partai Aceh Iskandar Usman al Farlaky, anggota DPRA Teungku Anwar dan Dahlan, anggota DPR RI Teuku Rifky Harsya, anggota DPD Sudirman atau Haji Uma dan Fahcrur Razi, serta sejumlah tokoh Aceh di Jakarta seperti Amir Faisal.

Sedangkan dari Sumut, hadir Wakil Gubernur Nur Marpaung, Ketua Umum KONI Jhon Ismadi Lubis, Ketua Harian Sakiruddin, Kadispora Baharuddin Siagian dan sejumlah pengurus lainnya.

“Kami telah merintis hal ini (tuan rumah bersama-red) sejak lama. Hari ini kami datang untuk  menyampaikan maksud hati masyarakat Aceh dan Sumut yaitu menjadi tuan rumah PON XXI tahun 2024,” kata Dermawan, Sekda Aceh dalam sambutannya.

Darmawan mengatakan, jika terpilih sebagai tuan rumah, mengenai pendanaan tidak menjadi persoalan, karena salah satu program prioritas Pemerintah Aceh saat ini adalah bidang olahraga.

“Insya Allah kami secara bertahap setiap tahun akan mempersiapkan anggarannya,” kata Dermawan.

Setelah pendaftaran, kata Dermawan, hingga menjelang bidding pada Februari 2018 mendatang, melalui KONI dan Dispora, Aceh-Sumut akan mengupayakan dukungan tambahan dari 19 dukungan tertulis yang sudah dikantongi Aceh-Sumut saat ini.

Ketua Umum KONI Aceh, Muzakir Manaf mengatakan, pihaknya siap menjadi tuan rumah PON XXI tahun 2024. “Jika pun PON dilaksanakan sekarang, Aceh siap!” tegas laki-laki yang akrab disapa Mualem dalam konfrensi pers usai pendaftaran.

Ketika ditanyakan awak media mengenai kondisi infrastruktur di Aceh, khususnya jalur transportasi, Mualem mengatakan, bahwa tidak ada masalah dengan transport di wilayah paling ujung Pulau Sumatera tersebut. Bahkan kata Mualem, khusus untuk armada bus umum, Aceh yang terbaik di seluruh Indonesia.

Mengenai situasi keamanan sebagai daerah bekas konflik, Ketua Harian KONI Aceh, Kamaruddin Abu Bakar langsung menjawab bahwa Aceh seratus persen aman.

“Kita sudah damai selama 12 tahun. Saat konflik, Mualem panglimannya, dan saya komandan operasi. Insya Allah kalau (ada) gangguan kecil, itu bisa kita amankan segera,” kata laki-laki yang biasa disapa Abu Razak tersebut.

Dari KONI Sumut, Jhon Ismadi Lubis mengatakan Aceh-Sumut siap mempertandingkan 58 cabang olahraga jika dipercayakan menjadi tuan rumah. Bersama Aceh, pihaknya akan mengupayakan paling tidak 30 dukungan tertulis dari provinsi yang ada di Indonesia.

“Setelah ini kami akan roadshow, ada provinsi yang ingin kami jemput dukungan tersebut, seperti Sumatera Barat,” ucap Jhon Ismadi.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum KONI Pusat Suwarno mengingatkan, setelah pendaftaran, Aceh-Sumut segera mempersiapkan diri, baik dari sisi infrastruktur dan kontingen.

Ia menyampaikan, selain Aceh-Sumut, ada beberapa provinsi lain yang mempunyai keinginan untuk mendaftar, seperti Bali, Kalimantan Selatan (telah mendaftar di hari yang sama dengan Aceh-Sumut), dan Sumatera Barat.

Mengenai pendaftaran resmi Aceh dan Sumut, Suwarno mengatakan, hal tersebut merupakan kali pertama dalam sejarah penyelenggaran PON di Indonesia dari dua provinsi yang berdekatan.

“Mudah-mudahan didukung oleh KONI provinsi se-Indonesia. saya berada di posisi netral,” kata Suwarno.[]

 

 

Editor: Junaidi Mulieng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *