Aceh Raih Penghargaan Transformasi Perpustakaan Inklusi Sosial Terbaik Nasional

oleh -161 views
Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Aceh, Edi Yandra bersama Kabid Pembinaan, Pengembangan dan Pengawasan Mustika Hayati sedang mendengar pengumuman penganugerahan sebagai Provinsi Terbaik kategori tim sinergi provinsi terbaik dalam implementasi Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial pada tahun 2021. (BASAJAN.NET/ISTIMEWA)

BASAJAN.NET, Banda Aceh- Provinsi Aceh berhasil meraih penghargaan nasional sebagai Provinsi Terbaik dalam implementasi Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial pada tahun 2021.

Penghargaan tersebut diumumkan oleh Perpustakaan Nasional RI dalam kegiatan Peer Learning Meeting (PLM) Nasional tahun 2021 yang diselenggarakan secara virtual, Kamis 2 Desember 2021.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh, Edi Yandra merasa bangga terhadap capaian dari tim sinergi Provinsi Aceh yang diketuai oleh Mustika Hayati selaku Kabid Pembinaan, Pengembangan dan Pengawasan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh yang telah mampu mengharumkan Provinsi Aceh tingkat Nasional.

Menurut Edi, capaian tersebut sebagai wujud komitmen yang telah membina beberapa Perpustakaan kabupaten/kota dan Perpustakaan Desa/Gampong untuk replikasi program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial.

“Alhamdulillah, ini hasil yang sangat membanggakan,” kata Edi Yandra dalam keterangan tertulisnya.

Ia menjelaskan, saat ini Provinsi Aceh melalui DPKA telah menerapkan program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial di delapan kabupaten yang meliputi Kabupaten Aceh Besar, Aceh Tengah, Bener Meriah, Aceh Barat, Bireuen, Aceh Timur dan Gayo Lues serta 81 Perpustakaan Desa.

Ia menambahkan, hingga saat ini replikasi Pemerintah Aceh berjumlah 40 perpustakaan desa. Sedangkan Perpustakaan Nasional RI   telah memfasilitasi 41 perpustakaan desa di 8 kabupaten tersebut hingga perpustakaan tersebut telah berhasil memproduksi aneka makanan olahan, sehingga berdampak pada meningkatnya perekonomian masyarakat.

Program ini merupakan Program Nasional Prioritas 1 RPJMN 2020- 2024 yang salah satu tujuannya adalah untuk pengentasan kemiskinan melalui pemberdayaan perekonomian masyarakat desa. 

“Pelayanan Perpustakaan berbasis inklusi sosial merupakan suatu pendekatan pelayanan perpustakaan yang berkomitmen dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Kabid Pembinaan, Pengembangan dan Pengawasan DPKA, Mustika Hayati menjelaskan bahwa selama ini DPKA telah membina dan melakukan pendampingan serta memonitoring program transformasi di delapan Kabupaten dan Desa yang menjadi target program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial pada tahun 2021.

Transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial, seperti perpustakaan Lam Ujong, Aceh Besar yang berhasil memproduksi beberapa olahan makanan kerupuk dan bumbu masak, Perpustakaan Nagan Raya yang berhasil memproduksi keripik pisang, lalu salah satu Perpustakaan Gampong di Aceh Tengah dengan berbagai produk UMKM berbentuk minuman dan perpustakaan Gampong di Aceh Tenggara yang berhasil memproduksi sabun.

Untuk mendukung program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial di Provinsi Aceh, tim sinergi Aceh telah menyusun regulasi diantaranya, Peraturan Gubernur Aceh, Instruksi Gubernur Aceh dan Draft Qanun Penyelenggaraan Perpustakaan.

“Saat ini Tim Sinergi sedang membangun jejaring dengan stakeholder terkait baik dari pemerintah maupun swasta yang diketuai oleh Mustika Hayati Kabid Pembinaan, Pengembangan dan Pengawasan DPKA yang beranggotakan unsur dari Bappeda Aceh, DPMG Aceh, Diskominsa Aceh, Disperindag Aceh, Biro Hukum Setda Aceh, dan Pegiat Literasi,” kata Mustika.

Selain Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh, beberapa Kabupaten dan perpustakaan desa juga berhasil meraih penghargaan terbaik diantaranya, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Aceh Tengah, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bireuen, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gayo Lues. 

Sementara Perpustakaan Desa yang mendapat penghargaan yaitu perpustakaan Ulon Tanoh Kabupaten Gayo Lues, Perpustakaan Desa Lambirah, Krueng Lamkareung dan Lambirah, Kabupaten Aceh Besar. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *