Aceh Gagal karena Krisis Pengkaderan

oleh -185 views
Aceh Gagal karena Krisis Pengkaderan

BASAJAN.NET, Banda Aceh- Antropolog asal Aceh, Irwan Abdullah menilai, salah satu penyebab kegagalan Aceh dalam membangun dirinya di kancah nasional, karena selalu menjadi pemain tunggal dan krisis pengkaderan.

“Kondisi ini amat berbeda dengan provinsi lain di Indonesia,” ujar guru besar antropologi Universitas Gadjah Mada (UGM) itu, pada diskusi budaya yang bertemakan Antropologi untuk Menatap Masa Depan Aceh, Sabtu, 16 April 2022.

Dalam pemaparannya, Irwan Abdullah sangat menekankan pentingnya membangun budaya kolektif dalam segala aspek, termasuk dalam mebangun tradisi pengetahuan.

Menurutnya, dari sudut antropologi, Aceh harus keluar dari tiga jerat persoalan. Pertama, primordial sentimen, dalam konteks ini, Aceh gagal membaca dirinya sebagai Aceh tatkala berada di Aceh.

“Keacehan sesungguhnya justru terorbit saat orang Aceh berada di perantauan,” jelasnya.

Kondisi ini, kata Irwan, mentalitas yang akan menjadikan orang Aceh terbelakang jika masih beranjak dari persoalan primordial sesama Aceh.

Kedua, intelektual barrier, di mana intelektual tidak bergerak secara kolektif dan cenderung diasingkan oleh sistem politik di Aceh. Ketiga, semangat perlawanan (spirit of resistance) yang masih tinggi di Aceh. Kondisi ini akan menjebak Aceh selalu tersendat dalam membangun negerinya.

“Perlawanan yang dilakukan juga tidak ke arah produktif yang bermuara pada peradaban. Akhirnya, energi Aceh terkuras untuk persoalan perlawanan yang tidak menghasilkan semangat peradaban,” papar Irwan.

Irwan menekankan pentingnya orang Aceh kembali pada agama dan pendidikan yang didukung oleh sistem spiritual yang sesungguhnya, tak hanya ritual dan kultural,” tutupnya.

Diskusi dan buka puasa bersama yang diadakan Asosiasai Antropologi Indonesia (AAI) wilayah Aceh itu, turut dihadiri sejumlah antropolog dan sejarawan Aceh, peneliti dari BPNB, akademisi UIN Ar-Raniry dan STAIN Meulaboh, unsur Disbudpar dan Masyarakat Sejarawan Indonesia.

Ketua AAI, Bustami Abubakar dalam sambutannya menyampaikan, AAI Aceh akan terus berkomitmen mengawal pembangunan Aceh dengan ide dan pengetahuan berbasis riset.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.