Senator Fadhil Rahmi Siap Bantu Perubahan Bentuk STAIN Meulaboh

oleh -783 views
Fadhil Rahmi
Anggota DPD RI asal Aceh Fadhil Rahmi (kiri) bersama Ketua STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Inayatillah. Foto direkam, Senin 9 Maret 2020. (BASAJAN.NET/JM).

BASAJAN.NET, Meulaboh- Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Aceh, Fadhil Rahmi, menyatakan dukungannya terhadap perubahan bentuk Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN). Ia siap membantu untuk memajukan pendidikan di Kawasan Barat Selatan Aceh.

“InsyaAllah kami siap membantu, mendukung dan memperjuangkan setiap kepentingan masyarakat Aceh, terutama pendidikan. Saya yakin, kalau kita bersama-sama, InsyaAllah semua hal dapat kita wujudkan,” ujar Fadhil, Senin, 9 Maret 2020.

Loading...

Hal itu disampaikan Fadhil pada pertemuan dengan Ketua STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, bersama unsur pimpinan kampus dan civitas akademika dalam kunjungan kerjanya di wilayah Barat Selatan (Barsela) Aceh.

Fadhil menyampaikan, terkait perubahan bentuk STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh menjadi IAIN, sudah menjadi tugasnya sebagai anggota Komite III DPD RI sebagai bentuk monitoring. Karenanya ia berharap, agar pihak kampus bisa secara intens menyampaikan informasi terkait perkembangan kampus.

“Sehingga kita saling terkoneksi satu sama lain. Kalau pun nanti ada kendala, bisa sama-sama kita carikan jalan keluar dan kita selesaikan,” terangnya.

Fadhil mengatakan, dirinya akan segera menyurati Menteri Agama dan MenPAN–RB sebagai dukungan terhadap perubahan bentuk STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh.

“Mohon berikan saya beberapa referensi, terkait nomenklatur perubahan bentuk STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh,” pintanya.

 

Tepat Kembangkan Turats

Terkait distingsi (keunikan) yang ingin dikembangkan STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, berkaitan dengan turats, menurut Fadhil, hal tersebut sudah sangat tepat. Banyak rujukan-rujukan yang dapat dimanfaatkan untuk mematangkan konsep itu.

Fadhil mengatakan, meski dari segi SDM masih terbatas dibanding perguruan tinggi yang lain, namun ia yakin hal itu dapat terwujud. Terlebih STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh banyak diisi oleh lulusan-lulusan Timur Tengah.

“Saya yakin, mereka akan mampu memberikan kontribusi yang besar,” ujar Fadhil, menanggapi penyampaian Ketua STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Inayatillah.

Berbicara turats, lanjut Fadhil, maka antara kampus, dayah dan Timur Tengah harus terkoneksi. Sehingga ke depan, ketika orang berbicara turats, maka mereka akan ke Meulaboh.

“Ini akan sangat luarbiasa,” sambungnya.

Sacara pribadi, selaku alumni Timur Tengah, Fadhil siap membantu dan mendukung mewujudkan STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh sebagai markas turats di Aceh.

Ia berpesan, STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh ke depan harus mampu menciptakan Sumber Daya Manusia sendiri, yang nantinya akan benar-benar fokus untuk membangun kampus dan pendidikan di Barsela.

“Kalau berharap pada tenaga SDM dari luar, apalagi yang statusnya PNS, belum tentu akan maksimal. Karena setelah mereka diterima, pasti yang terpikir untuk pindah. Kalau seperti itu, bagaimana kita bisa memajukan pendidikan,” sesalnya.

Sementara itu, Ketua STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Inayatillah menyampaikan, saat ini pihaknya sedang melakukan berbagai pembenahan, baik pembangunan secara fisik, maupun non fisik. Terkait upaya perubahan bentuk STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh menjadi IAIN, sempat tak berjalan maksimal di tahun 2019, karena adanya proses transisi kepemimpinan di kampus.

Inayatillah mengatakan, keinginan untuk memaksimalkan distingsi di bidang turats, agar nantinya ketika STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh menjadi IAIN, menjadi pembeda dari PTKIN lain yang ada di Aceh maupun Indonesia.

“Hal ini sangat memungkinkan, mengingat SDM yang ada sebagian besar memikiki spesifikasi keilmuan di bidang itu,” katanya.

Ia menambahkan, kajian turats ini nantinya akan dikombinasikan dengan teknologi, sehingga kajian yang dilakukan tetap berkaitan erat dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan masyarakat saat ini.

“Untuk itu, kami mohon dukungan dari semua pihak agar mimpi ini dapat terwujud. Kami juga mohon dukungan kepada seluruh anggota dewan perwakilan Aceh di pusat dan Forbes,” harap Inayatillah.[]

 

 

EDITOR: JUNAIDI MULIENG

 

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *