Corona dan Suka Duka Kuliah Daring

oleh -1.135 views
IMG 20200317 215703 compress98 compress53
Ilustrasi Kuliah Daring. Foto: pixabay

BASAJAN.NET, Meulaboh- Sebagai upaya pencegahan penyebaran Virus Corona (Covid-19), sejumlah kampus di Kabupaten Aceh Barat menerapkan pembelajaran sistem daring (online). Hal itu sebagaimana seruan yang disampaikan pemerintah pusat dan daerah, agar aktivitas di lembaga publik dihentikan untuk sementara waktu.

Seperti halnya Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh, yang memanfaatkan aplikasi e-learning sebagai sarana belajar mengajar antara dosen dan mahasiswa.

Loading...

“Setiap dosen dan mahasiswa wajib login akun e-learning STAIN Meulaboh untuk mengikuti proses belajar mengajar,” kata Ketua STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Inayatillah, dalam surat edaran, Senin 16 Maret 2020.

Inayatillah menyebutkan, proses pembelajaran melalui e-learning STAIN Meulaboh akan berlangsung hingga 29 Maret 2020. Hal itu dilakukan sebagai upaya kesiapsiagaan dalam mengantisipasi penyebaran Covid-19 di lingkungan STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh.

Selain itu, Inayatillah juga menginstruksikan para pimpinan unit kerja di lingkungan STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, untuk menunda berbagai kegiatan, seperti seminar, konferensi, pameran, pengayaan, bakat minat mahasiswa, dan berbagai kegiatan lainnya yang melibatkan banyak orang.

Pihak kampus juga meniadakan absensi elektronik (finger print), menggantikannya dengan absensi manual pada masing-masing unit kerja.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Akademik dan Kelembagaan, Herman menjelaskan, e-learning STAIN Meulaboh dapat diakses melalui http://elearning.sipadu-stainmeulaboh.com.

“Kampus juga menyediakan manual book di laman website yang sama dan dapat langsung didownload,” tambahnya.

Pemberlakuan proses pembelajaran secara online disambut baik oleh mahasiswa. Seperti yang diutarakan Cut Ismalia Benazir, perubahan sistem perkuliahan berbasis daring perlu dilakukan untuk pencegahan penyebaran Covid-19.

“Di kelas saya banyak melakukan diskusi perkuliahan di grup WhatsApp bersama dosen, sistemnya dosen memberikan tugas, jika tidak mengerti akan ditanyakan dan dibahas di grup,” kata Cut Ismalia.

Menurutnya, sistem pembelajaran berbasis online harus dapat dikontrol dengan baik oleh dosen. Jika tidak, proses perkuliahan sistem online tidak akan berjalan dengan efektif.

“Sebab, proses pembelajarannya tidak langsung dikendalikan dosen, seperti belajar di ruangan. Jadi, hanya mahasiswa yang serius saja yang mau mengerjakan tugas dan aktif berdiskusi dengan dosen,” jelasnya.

Selain STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, beberapa Perguruan Tinggi lainnya juga mengeluarkan surat edaran pemberlakuan kuliah berbasis online, diantaranya Universitas Teuku Umar (UTU).

Mahasiswa UTU, Rahmat Dilta Harahap mengatakan, belajar dengan sistem daring merupakan hal yang biasa dilakukan, hanya saja semua mahasiswa harus mampu mengoperasikan teknologi.

“Mungkin yang menjadi kesulitan bagi mahasiswa yang gagap teknologi (gaptek), apa lagi ada mahasiswa yang tidak memiliki fasilitas teknologi, maka tentu menyulitkan,” ungkapnya.

Ia berpendapat, belajar secara online dapat melatih mahasiswa untuk lebih bertanggung jawab, kreatif, dan juga mandiri. Sehingga membentuk pribadi yang lebih percaya diri.

“Enak sih belajar daring karena bisa mengikuti perkuliahan kapanpun dan dimanapun, sesuai keinginan. Selain menghemat biaya transportasi, proses perkuliahan sangat mudah saat tanya jawab karena bisa ditanyakan lewat chatingan, baik itu kepada dosen atau teman sekelas,” jelasnya.[]

 

WARTAWAN : MARIANI

EDITOR : RAHMAT TRISNAMAL

 

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *