Pengelolaan Perpustakaan Sekolah di Aceh Belum Profesional

oleh -646 views
Guru PAI mengikuti pelatihan pengelolaan perpustakaan di Aula Fakulatas Adab dan Humanioara UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Selasa, 21 Januairi 2020. (BASAJAN.NET/NAT RIWAT).

BASAJAN.NET, Banda Aceh- Perpustakaan sekolah di Aceh belum dikelola secara baik dan professional, sehingga pengembangan koleksi yang mendukung kualitas kognitif, afektif dan psikomotorik siswa jauh dari harapan yang diharapkan.

Demikian disampaikan Dekan Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Fauzi pada Diklat Pengelolaan Perpustakaan Sekolah bagi Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) Tahun 2020, Selasa, 21 Januari 2020, di aula fakultas kampus setempat.

Loading...

Menurut Fauzi, minimnya tenaga fungsional perpustakaan sekolah atau pustakawan, merupakan faktor utama buruknya manajemen pengelolaan perpustakaan sekolah di Aceh saat ini.

“Setidaknya dengan adanya diklat ini mampu memberikan pelatihan tentang pengetahuan pengelolaan dan pengembangan dasar perpustakaan,” kata Fauzi.

Diklat yang dilaksanakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Besar bersama Prodi Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry Banda Aceh tersebut, diikuti 60 peserta. Selama empat hari, para peserta yang berasal dari pengelola dan guru pustakawan akan dilatih dengan berbagai keterampilan teknis tentang pengelolaan perpustakaan.

“Di hari terakhir, peserta akan dibekali dengan pelatihan sistem otomasi perpustakaan menggunakan aplikasi School Integrated Library System (SchILS) dan INLISLite,” ujar Ketua Prodi Ilmu Perpustakaan, Nurhayati Ali Hasan.

Sementara itu, Kasi Kurikulum dan Penilaian Pendidikan Dasar Disdikbud Aceh Besar, Cut Jarita Susanti berharap, setelah pelatihan tersebut peserta mampu mengaplikasikan ilmu yang didapatkan untuk mengelola perpustakaan sesuai dengan standar.

“Pengelolaan perpustakaan sekolah harus lebih baik setelah pelatihan ini. Para pengelola perpustakaan harus lebih bertanggungjawab dalam mengelola perpustakaan,” ujar Cut Jarita.

Selain itu ia berpesan, peserta pelatihan aktif dalam mengkampayekan gerakan literasi sekolah yang sudah berlangsung dua tahun di Aceh Besar.[]

 

EDITOR: JUNAIDI MULIENG

 

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *