Kreatifnya Anak-anak Bilingual Al Araf

oleh -785 views
Siswa SD Bilingual Al Araf Blangpidie bersama guru pada Market Day yang diadakan sekolah di aula Gedung PKK Abdya, Sabtu 18 Januari 2020. (BASAJAN.NET/ISTIMEWA).

BASAJAN.NET, Blangpidie- Alas kuali dari batu-batu pipih putih, khas sungai Aceh Barat Daya, bersusun rapi membentuk pola geometris. Vas bunga hasil daur ulang dari botol bekas minuman, lampion dan bingkai foto, terpajang rapi dan menarik, di atas meja-meja dalam Ruang Aula PKK Aceh Barat Daya. Hiasan gantung warna warni, menambah semarak suasana pagi.

Sabtu, 18 Januari 2019, SD Bilingual Al Araf Blangpidie, menggelar tradisi tahunan mereka yang bertajuk “Market Day“. Kalau tahun lalu penyelenggaraannya masih digabung dengan TK/PAUD Al Araf yang berada dalam satu naungan Yayasan, maka tahun ini SD Al Araf mengadakan Market Day secara mandiri.

Loading...

“Jumlah siswa kami terus bertambah, tak mungkin lagi bergabung dengan TK/PAUD,” kata Miss Julia Hamid, Key Officer Market Day SD Bilingual Al Araf.

Market Day upaya SD Al Araf untuk mengasah life skill siswa siswinya dalam kehidupan sosial, terutama yang berkaitan dengan kegiatan ekonomi dan pasar.

Pihak sekolah membuat simulasi pasar sederhana. Anak-anak diperkenalkan dengan sistem Anjungan Tunai Mandiri dan cara-cara belanja barang kebutuhan. Sambil berbelanja di lapak-lapak yang digawangi para guru, para siswa sekaligus belajar matematika, akhlak dan pengelolaan emosi.

“Jadi, program tahunan ini menyimpan banyak sekali manfaat bagi siswa siswi kami,” imbuh Julia.

Ia mengatakan, SD Bilingual Al Araf yang menerapkan sistem “belajar itu menyenangkan”, senantiasa berusaha mengasah kemampuan siswa sesuai bakatnya masing-masing.

“InsyaaAllah, kami menerima siswa apa adanya. Kelas-kelas kami adalah kelas inklusi, dimana kami juga mendidik anak-anak berkebutuhan khusus,” terang Julia.

Suasana Market Day SD Bilingual Al Araf Blang Pidie. (BASAJAN.NET/ISTIMEWA).

Kegiatan Market Day juga digunakan SD Bilingual Al Araf untuk lebih menyuburkan jiwa sosial siswa. Sebagian barang yang terpajang akan dilelang, dijual pada penawar tertinggi. Hasilnya kelak akan didonasikan pada mereka yang membutuhkan.

“Kalau barang-barang yang lain dibeli dengan uang simulasi,” kata Julia sambil tersenyum lebar.

Uang simulasi itu diperoleh siswa dari “mesin ATM” yang diatur rapi di ujung ruangan. Sedangkan barang-barang yang “dijual” di lapak Market Day merupakan karya siswa sendiri, dibantu oleh gurunya masing-masing.

“Tema kali ini adalah Reduce Reuse and Recycle,” jelas Julia.

 

Hasil kreasi para siswa SD Bilingual Al Araf Blangpidie dari daur ulang barang bekas. (BASAJAN.NET/ISTIMEWA).

Peringatan Dini Bahaya Sampah

Menurut Julia, polusi yang disebabkan limbah barang produksi manusia sudah mencapai titik yang sangat mencemaskan. Dengan menggunakan barang-barang bekas sebagai bahan dasar kreasi untuk Market Day, pihaknya bermaksud memberi pengertian pada anak-anak dan masyarakat umum, sampah yang dibuang setiap hari tidak hilang begitu saja.

“Bila tidak dikelola dengan bijak, maka sampah kita itu akan berbalik mencederai manusia sendiri,” tuturnya.

Terkait alas kuali dari batu putih, Julia menjelaskan, biasanya batu-batu khas Abdya itu hanya diatur di tanah sebagai hiasan halaman atau ditempel di dinding bangunan. Namun pihaknya ingin memperlihatkan, dengan sedikit kreatifitas berpikir, batu-batu itu bisa menghasilkan sesuatu yang unik dan artistik.

“Kami sekaligus ingin memperkenalkan pola “thinking out of the box,” ujarnya gembira.

Yayasan Graha Ilmu yang memayungi SD Bilingual Al Araf, memiliki komitmen untuk memberikan yang terbaik bagi anak-anak Aceh Barat Daya (Abdya).

“Sistem Bilingual, dwibahasa, yang diterapkan bertujuan mempersiapkan siswa siswi untuk menghadapi persaingan era global,” ujar Dien Fitrianti Meutia dari Yayasan Graha Ilmu.

Menurutnya, Bahasa Inggris sebagai lingua franca global, masih menentukan lebih terbukanya akses siswa pada beasiswa di perguruan tinggi terbaik. Pekerjaan terbaik dan pergaulan internasional.

“Sudah waktunya anak-anak Aceh Barat Daya memiliki kunci pada itu semua,” ucapnya.[]

 

EDITOR: JUNAIDI MULIENG

 

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *