Integrity Kecam Intimidasi Wartawan Aceh Barat

oleh -954 views
Sekretaris Jenderal Integrity Aceh, Masriadi Sambo. (BASAJAN.NET/DOK. PRIBADI).

BASAJAN.NET, Aceh Utara- Lembaga Integrity mengecam tindakan intimidasi yang dialami Aidil Firmansyah (25), wartawan Tabloid Modus Aceh di Meulaboh, Aceh Barat. Ancaman itu dinilai sebagai bentuk tindakan premanisme dan menghalang-halangi tugas pers dalam memenuhi kebutuhan informasi masyarakat.

“Polisi harus mengusut tuntas kasus tersebut,” tegas Sekretaris Jenderal Integrity Aceh, Masriadi Sambo, Senin, 6 Januari 2020, dalam siaran pers yang dikirim redaksi Basajan.net.

Loading...

Ia mengatakan, intimidasi terhadap wartawan seharusnya tidak terjadi di era semakin modern. Terlebih Indonesia, menjamin hak publik untuk mengeritik pemberitaan, namun lewat cara beradab dan sesuai UU Pers.

“Jika tidak puas dengan pemberitaan, silakan gunakan hak jawab. Jangan asal main ancam, mentang-mentang berkuasa dan punya kekayaan,” kesalnya.

Selain itu, Masriadi berharap, Kapolda Aceh Irjen Pol Rio S Djambak dapat mengawal proses hukum kasus tersebut. Sehingga seluruh pelaku yang terlibat dalam intimidasi itu tertangkap dan menjalani proses hukum sesuai kesalahannya masing-masing.

Ia mengingatkan, kasus pengancaman wartawan menjadi preseden buruk bagi Aceh. Pasalnya, kasus pembakaran rumah wartawan Serambi Indonesia, Asnawi Luwi, di Kutacane Aceh Tenggara, juga belum terungkap hingga kini.

“Di negara hukum yang demokratis ini jangan gunakan kekerasan menyelesaikan masalah,” 

Masriadi mengajak seluruh komunitas wartawan, pegiat demokrasi dan elemen sipil, untuk mengawal kasus kekerasan wartawan di Aceh.

Diintimidasi karena Pemberitaan

Sebelumnya diberitakan, Aidil Firmansyah membuat pengaduan ke Mapolres Aceh Barat, Ahad, 5 Januari 2020, sore, sekira pukul 16.00 WIB. Pengaduan tersebut terkait ancaman yang ia terima dari pimpinan sebuah perusahaan di daerah itu.

“Saya terpaksa melapor ke polisi, karena nyawa saya terancam, saya diancam bunuh mengunakan pistol,” kata Aidil Firmansyah, sebagaimana dikutip situs berita Antara.

Intimidasi yang diterima Aidil terkait pemberitaan tentang pengangkutan tiang pancang PLTU 3 dan 4 yang dihadang warga Suak Puntong beberapa waktu lalu.[]

 

EDITOR: JUNAIDI MULIENG

 

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *