Tiga Arah Penelitian al Quran yang Harus Dipahami

oleh -197 views
Samsul Bahri (kanan) Pada Kuliah Umum Arah Baru Penelitian Tafsir di Perguruan Tinggi, Kamis 31 Oktober 2019 di aula STAIN teungku Dirundeng Meulaboh. (BASAJAN.NET/WAHYU)

BASAJAN.NET, Meulaboh- Dosen Senior Ilmu al Quran dan Tafsir, Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, Samsul Bahri menekankan, pentingnya memahami tiga arah penelitian Ilmu al Quran dan Tafsir di era kontemporer.

Hal tersebut diperlukan bagi para pengkaji Ilmu al Quran dan Tafsir, dalam menghasilkan penelitian lebih aktual dan sesuai kebutuhan.

“Ketiga arah penelitian tersebut yaitu, lafal al Quran, penafsiran dan cara masyarakat menyikapi al Quran,” ujar Samsul Bahri, dalam kuliah umum arah baru penelitian tafsir di perguruan tinggi, Kamis 31 Oktober 2019.

Kuliah umum yang dilaksanakan Program Studi Ilmu al Quran dan Tafsir Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh, di aula kampus Gampa, diikuti puluhan dosen dan mahasiswa.

Samsul menjelaskan, para peneliti Ilmu Alquran dan Tafsir harus menjadi pencerah di tengah masyarakat. Sehingga nilai-nilai al Quran bisa benar-benar tertanam dalam sendi-sendi kehidupan.

“Ini dapat dilakukan, karena segala tuntunan kehidupan ada dalam Alquran,” tegasnya.

Ia berharap, para dosen dan mahasiswa STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh dapat mengangkat topik penelitian yang lebih interaktif.

Sementara itu, Ketua Program Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, T. Mairizal mengatakan, kuliah umum tersebut bertujuan membuka cakrawala berpikir mahasiswa Ilmu al Quran dan Tafsir dalam mengkaji dan melakukan penelitian.

“Memotivasi para civitas akademik, untuk menghasilkan solusi-solusi yang mengarah ke penyelesaian masalah populer di masyarakat,” jelasnya.[]

 

KONTRIBUTOR: NURILLAH & WAHYU
EDITOR: RAHMAT TRISNAMAL

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *